Lambar.RadarBuana.Com – Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengapresiasi atas capaian kinerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang dapat mengangkat 10 Pekon di Lampung Barat menjadi Pekon Mandiri.
“Jumlah Pekon/Desa Mandiri di Provinsi Lampung saat ini hanya 21 Pekon dan 10 Pekon diantaranya terdapat di Lampung Barat,” ungkap Bupati saat memimpin langsung acara Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Capaian Dana Desa 2015-2019 Kabupaten Lampung Barat, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP), di Aula Kagungan Setdakab, Senin (20/7/2020).
Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Bupati H. Mad Hasnurin, Kepala Dinas PMP Ronggur L. Tobing, S.Ip, M.Si., serta 66 P3MD yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Tekhnik (PDTI) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Lampung Barat.
Adapun rincian 10 pekon di Lampung Barat yang masuk dalam kategori Pekon Mandiri, yaitu Pekon Tanjungraya Kecamatan Waytenong, Pekon Giham Sukamaju dan Pekon Pampangan Kecamatan Sekincau, Pekon Gedungsurian dan Pekon Tri Mulyo Kecamatan Gedungsurian, serta lima pekon di Kecamatan Suoh yaitu Pekon Sumberagung, Pekon Ringinsari, Pekon Sukamarga, Pekon Bandingagung dan Pekon Tuguratu.
Bupati Parosil Mabsus menjelaskan, penilaian pekon mandiri ini dilihat dari sisi kemampuan pekon/desa mengurus dirinya sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya, sehingganya pemerintah Pekon/desa memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengelola pembangunan yang didukung oleh kemandirian dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan.
“Pemerintah pekon bisa merencanakan, menganggarkan, dan melaksanakan pembangunan dan mengawasi hasil pembangunan untuk kesejahteraan warga di pekon,” ucap Bupati.
Parosil Mabsus menambahkan Kabupaten Lampung Barat merupakan Kabupaten Agraris, sehingganya banyak peluang dalam mensejahterakan masyarakat dan menjadikan Pekon Mandiri. Hal itu dapat dilihat dari sisi perekonomian masyarakat yang dapat mengelola hasil buminya sendiri ditambah dengan wisatanya.
“Kabupaten kita kabupaten agraris, sehingga masyarakat dapat mengelola hasil bumi, seperti singkong, padi, pisang. Yang itu tak mengganggu tanaman budaya kita, yaitu kopi ditambah lagi dengan pesona wisata kita,’” sebutnya.
Capaian ini tak terlepas dari 3 komitmen Bupati yaitu Literasi, Konservasi dan tangguh bencana yang tak dimiliki oleh kabupaten lain.
Sehingganya Bupati Parosil Mabsus meminta aparatur pekon, kecamatan maupun aparatur kabupaten untuk mempelajari dan mengevaluasi capaian 3 komitmen ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wawan
Related posts:

Kapolda Jatim Pimpin Upacara Sertijab Kapolresta Banyuwangi

Bang Wayan Lakukan Harkamtibmas Sekaligus Edukasi Prokes dan Bagi Masker

Kapolri Pastikan Telah Siapkan Strategi Urai Kepadatan di Jalan Tol dan Pelabuhan Bakauheni Hadapi...

Kegiatan Proyek Sindang Haji Dapat Pujian dari Masyarakat Diakhir Pekerjaan

Keraton Kacirebonan Gelar Tradisi Rebo Wekasan, Sebagai Bagian dari Upaya Tolak Bala

Warga Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Tetap Laksanakan Shalat Idul Fitri 1441 H, Mengacu Pada Pro...

Upaya Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Bupati Gowa Minta Penempatan TPS Mudah Diakses Masyarakat

Ops Ketupat Lodaya 2020, Polsek Bogor Barat Lakukan Pengecekan Pos PAM Check Point PSBB Tahap III

Sijago Merah Melalap Pemukiman Padat, di Mangga Besar IX Jakarta Barat







