RadarBuana | Jakarta -Gus Syaifuddin calon DPD RI nomor 18 menggelar dialog pedagang baju bekas impor di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Rabu (24/1/2024).Dialog tersebut dilakukan untuk mendengar aspirasi dan juga solusi bagi pedagang baju bekas yang terdampak larangan penjualan baju bekas impor.
Dalam dialog tersebut, para pedagang barang bekas menyampaikan berbagai aspirasi mereka. Salah satu aspirasi yang paling menonjol adalah penolakan mereka terhadap solusi pemerintah untuk beralih menjadi reseller produk UMKM lokal. Para pedagang berpendapat bahwa mereka sudah memiliki usaha yang mapan dan tidak ingin beralih ke usaha baru. Mereka juga berpendapat bahwa produk UMKM lokal tidak bisa bersaing dengan produk baju bekas impor, yang harganya lebih murah dan lebih beragam.
Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan dampak larangan penjualan baju bekas impor terhadap kehidupan mereka. Mereka mengatakan bahwa larangan tersebut telah membuat mereka kehilangan mata pencaharian dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Para pedagang baju bekas berpendapat bahwa mereka sudah memiliki usaha yang mapan dan tidak ingin beralih ke usaha baru. Mereka juga berpendapat bahwa produk UMKM lokal tidak bisa bersaing dengan produk baju bekas impor, yang harganya lebih murah dan lebih beragam.
Gus Syaifuddin mendengar Keluhan terhadap dampak larangan penjualan baju bekas impor terhadap kehidupan mereka.
Para pedagang mengatakan bahwa larangan tersebut telah membuat mereka kehilangan mata pencaharian dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah berjualan baju bekas selama puluhan tahun dan telah menjadi sumber penghidupan bagi mereka dan keluarga mereka.
“Pemerintah untuk memberikan solusi yang lebih tepat, bukan hanya dilarang tapi dikasih solusi.’ kata Gus Syaifuddin.
Para pedagang meminta pemerintah untuk memberikan solusi yang lebih tepat bagi mereka. Mereka meminta pemerintah untuk mengizinkan mereka untuk tetap berjualan baju bekas impor, dengan syarat tertentu, seperti harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Pemerintah telah menyatakan bahwa mereka akan terus mencari solusi yang tepat bagi para pedagang barang bekas Pasar Senen. Namun, hingga saat ini, belum ada solusi yang disepakati oleh semua pihak.
[]
Related posts:

Tiga Pilar Jakarta Barat Bagi Sembako dan Nasi Kotak ke Warga Kapuk Cengkareng

Ketua PWI Koordinatoriat Jakbar, Terus Tingkatkan Kapasitas Wartawan dan Berupaya Bangun Jurnalisme

Yayasan Budha Tzu Chi, Bersama Tiga Pilar Jakbar Bagikan Paket Sembako untuk Warga Belum Mendapat B...

Polres Jakarta Pusat Ringkus Pembunuh Wanita Bugil di Hotel Dreamtel

Misa Malam Natal, Ratusan WBP Nasrani Rayakan Misa Malam Natal Bersama Keluarga Besar Rutan Kelas I...

Sosialisasi Bahaya Narkoba Bagi Kader PKK Jakut

Kolaborasi Dompet Dhuafa dan PARFI 56: Membangun Harapan bagi Seniman dan Artis Indonesia Melalui K...

Kok Bisa WNA Jepang Sampai Bisa Lama Berkegiatan dan Identitas Ilegal Juga Beberapa Tempat Beralama...

PSI Minta Pejabat Terkait Segera Klarifikas, Kenapa Bisa Pembangunan Tembok Diatas Got ?






