Jakarta, RadarBuana.com- Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara mengadakan sosialisasi bahaya narkoba virtual bagi 80 pengurus kelompok kerja (Pokja) I Tim Penggerak PKK se-Jakarta Utara, Selasa (13/10/2020) .
Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Yenny Nursanti mengharapkan kader PKK dapat membantu pemerintah dalam memberantas narkoba di lingkungan masyarakat. “Bahaya narkoba dapat mengancam menciptakan penerus bangsa sehingga harus segera bertindak dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pokja I Tim penggerak PKK memiliki program kerja dalam pelaksanaan Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK) Keluarga.
“Kader PKK sebagai unsur penggerak di lingkungan masyarakat yang dapat bertindak dalam pencegahan dan tindakan pencegahan untuk mencari rujukan untuk menyelesaikan permasalahan penggunaan narkoba melalui kordinasi dengan BNNK Jakarta Utara,” terang Yenny.
Dalam pertemuan virtual tersebut, ia juga menghimbau kepada kader PKK se-Jakarta Utara untuk informasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat agar terhindar dari narkoba. “Materi sosialisasi menjadi bahan informasi yang akan diserap kader PKK untuk disampaikan lagi ke masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, dr. Novianti yang bertindak sebagai narasumber menyambut baik terjalinnya sinergi dengan Tim Penggerak Kota Administrasi Jakarta Utara.
“Kita manfaatkan pertemuan virtual ini untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi informasi terkait bahaya narkoba. Kader PKK adalah ibu-ibu yang kuat, hebat dan bersemangat. Nantinya, kader PKK bisa lebih lanjut lagi dengan BNNK Jakarta Utara,” pungkasnya.Tajuli
Related posts:

Ledakan di Menteng Bukan Bom, Hanya Ledakan Kecil

PMI Jakarta Salurkan Bantuan Terhadap Warga Terdampak Kebakaran di Jembatan Besi

Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta Barat Terima Bantuan dari Yayasan Pendidikan Vivera

Bantuan Beras dari Presiden RI Melalui Kementerian Sosial

2.000 Unit Alat Rapid Test Diberikan Siloam Hospital Group Kepada Dinkes DKI Jakarta

Usulan Ganjil Genap 24 Jam di Jakarta Dalam Pengkajian Polda Metro Jaya

ITW Sebut Pemerintah Belum Miliki Solusi yang Efektif dan Permanen Soal Kemacetan dan Polusi

Guna Menjamin Ketersediaan Bahan Pokok dan menjaga Kestabilan Harga. Bulog Turun ke Pasar

Cegah Jajaran PT. Berdikari Meubel Nusantara Terkena Paham Radikalisme Ditanamkan Nilai Nilai Panca...







