Uncategorized

Harga Gas LPG 3 Kg Sudah Lama Dibiarkan Mahal Terjual di Warung

×

Harga Gas LPG 3 Kg Sudah Lama Dibiarkan Mahal Terjual di Warung

Share this article

Pangandaran, RadarBuana.com –Mahalnya harga gas LPG melon ukuran 3 kg sudah tidak heran lagi bagi warga masyarakat,eceran di warung- warung berfariasi dari harga 23.000.’ Sampai 25.000.bahkan sampai 29.000 ketika masyarakat kalangkabut mencari gas tersebut.

Ketika RadarBuana.com berkunjung ke salahsatu agen gas LPG terpampang dan terlihat jelas harga eceran tertinggi ( HET ) tabung melon 16.900 / tabung kenapa harga di pasaran menjulang tinggi ?

Acim pemilik agen warga Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang menjelaskan, mahalnya harga gas LPG tabung melon bukan hal yang aneh, namun menurutnya itu sudah biasa karena ada oknum pemilik agen yang mengirim ke warung dengan harga jauh dari Harga Eceran Tertinggi( HET ) sehingga warung juga ingin keuntungan dari hasil penjualan.

” Saya tidak heran dengan harga setinggi itu, karena saya hapal ada oknum yang menjual ke warung dengan harga tinggi,”katanya.

Seiring dengan waktu, harga gas LPG tetap bertahan dengan harga jauh dari Harga Eceran Tertinggi, tapi apa mau dikata, sekalipun harga gas LPG tabung melon 3 kg sangat memberatkan bagi warga masyarakat tetap dicari dan di beli. Juga karena sudah biasa dapur berasap dengan bau gas LPG, dan juga di anggap tidak ada gunanya mengeluh harga gas LPG. Karena menurutnya tidak pernah ada tanggapan dan tindakan tegas dari pemerintah terkait gas tersebut, lalu siapa yang harus bertanggung jawab ? dengan dibiarkannya harga gas LPG melon mencekik ekonomi masyarakat ?.

” Kami sudah bosan mengeluh dengan harga gas melon yang mahal, karena tidak ada tanggapan dari pemerintah, biarkanlah mungkin ini sudah saatnya yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, tapi jangan sampai sudah harganya mahal barangnya juga susah di cari,” katanya.

Kekesalan itu dilontarkan seorang warga masyarakat yang tidak mau di ketahui jati dirinya melihat kenyataan, ketika melihat gas LPG 3 kg numpuk di salahsatu Rumah Makan. Sedangkan sudah jelas tertera tulisan di tabung gas melon 3 kg, bahwa gas tersebut diperuntukan untuk masyarakat miskin, patutkah pemilik Rumah Makan tersebut dibilang masyarakat miskin ? Edy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *