CilacapHukrim

Jejak Codot, Buronan DPO yang Masih Pulang Kampung ke Cilacap

×

Jejak Codot, Buronan DPO yang Masih Pulang Kampung ke Cilacap

Share this article
Ilustrasi codot-buronan dpo yang masih pulangkampung ke cilacap

Radarbuana | Cilacap – Suasana Desa Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, sekilas tampak tenang dan sederhana. Anak-anak masih bermain di jalanan desa, para ibu sibuk berbelanja di pasar, sementara nelayan menambatkan perahu di dermaga. Namun di balik keseharian itu, tersimpan kisah yang membuat resah: kehadiran seorang buronan polisi bernama Wanto alias Codot.

Buronan yang Diburu, Tapi Masih Pulang Kampung

Wanto alias Codot bukan nama asing bagi masyarakat setempat. Ia lahir dan besar di Donan, dikenal sebagai bagian dari warga desa. Namun, belakangan identitasnya berubah drastis. Ia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah diburu oleh Mabes Polri, Polda Jawa Tengah, hingga Polres Cilacap karena diduga terlibat jaringan kriminal.

Beberapa rekan Codot disebut sudah tertangkap, sementara dirinya berhasil lolos. Lebih mengejutkan, meski berstatus buronan, ia dikabarkan masih sering kembali ke kampung halaman.

“Pernah saya lihat dia malam-malam pulang. Jalan santai, seperti tak ada yang mengejar,” ungkap salah satu warga Am, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pertanyaan atas Penegakan Hukum

Fenomena kemunculan Codot di Donan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Bagaimana mungkin seorang buronan yang sudah masuk DPO masih bebas keluar masuk kampung tanpa tersentuh aparat?

Isu bahwa Codot seakan “kebal hukum” pun mulai beredar dari mulut ke mulut. Warga merasa resah sekaligus heran dengan kondisi ini.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai upaya pengejaran ataupun strategi penangkapan terhadap Codot. Publik menanti penjelasan lebih lanjut sekaligus mendesak agar penegakan hukum benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu.

Bayangan yang Membayangi Cilacap

Bagi warga Donan, cerita tentang Codot sudah seperti legenda yang beredar dari mulut ke mulut. Ada yang mengaku melihatnya singgah sebentar, ada pula yang mengatakan ia pulang larut malam hanya untuk menemui keluarga.

Meski wujudnya jarang terlihat, kehadiran Codot tetap menjadi bayang-bayang yang menghantui desa. Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa tidak ada seorang pun di negeri ini yang bisa lolos dari jerat keadilan.

[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *