JakartaKeamananLingkungan

Kali Mookervart Meluap, Walikota Jakbar Iin Gercep Siagakan Pompa dan Evakuasi Prioritas di Rawa Buaya

×

Kali Mookervart Meluap, Walikota Jakbar Iin Gercep Siagakan Pompa dan Evakuasi Prioritas di Rawa Buaya

Share this article

Radarbuana | Jakarta – Kawasan RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, kembali menghadapi tantangan alam pada Senin (12/1). Curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menyebabkan debit air Kali Mookervart melampaui kapasitas normal, hingga akhirnya merembes ke pemukiman warga. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera mengambil langkah taktis dengan memobilisasi infrastruktur pengendali banjir ke titik lokasi.

​Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah gerak cepat meninjau langsung kondisi di lapangan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercepat sirkulasi pembuangan air (outflow). Ia meninjau operasional drainase guna memastikan tidak ada sumbatan yang menghambat laju air menuju kolam retensi maupun aliran sungai utama.

​Untuk mengatasi genangan yang cukup tinggi, Pemkot Jakarta Barat menerapkan strategi pengeroyokan mesin pompa. Strategi ini melibatkan gabungan unit dari berbagai lini untuk menciptakan daya sedot maksimal:

​Optimalisasi Pompa Stasioner: Memastikan pintu air dan mesin pompa permanen di sekitar Kali Mookervart bekerja 24 jam tanpa henti.

​Pengerahan Pompa Mobile & Apung: Unit portabel dikerahkan ke gang-gang sempit yang tidak terjangkau pompa permanen guna menarik air keluar dari area cekungan.

​Sinergi Lintas Sektoral: Kolaborasi aktif dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang menerjunkan armada penyedot bervolume tinggi di titik-titik krusial yang mengalami kemacetan drainase.

​“Kami melakukan pemompaan secara bertahap namun masif. Target kami adalah memastikan volume air di pemukiman berkurang secara signifikan dalam waktu singkat meskipun tekanan dari sungai masih tinggi,” jelas Iin Mutmainnah di sela-sela peninjauannya.

​Di tengah upaya teknis, aspek kemanusiaan tetap menjadi kompas utama pemerintah. Menyadari risiko kesehatan di tengah genangan, Wali Kota menginstruksikan tim di lapangan untuk melakukan jemput bola terhadap warga yang masuk dalam kategori rentan.

​Meskipun banyak warga dewasa yang memilih bertahan untuk menjaga aset rumah, petugas gabungan tetap mengevakuasi kelompok prioritas. “Keselamatan jiwa tidak bisa ditawar. Kami mengimbau warga, khususnya yang memiliki bayi dan lansia, untuk bersedia dipindahkan sementara ke posko yang telah disediakan,” tambah Iin.

​Lurah Rawa Buaya, Junaidi, melaporkan bahwa arus pengungsian telah dimulai secara teratur ke beberapa titik aman yang sudah dipetakan sebelumnya. Hingga berita ini diturunkan, data sementara menunjukkan:

​Pos RW 01: Telah menampung satu keluarga dengan perhatian khusus pada seorang bayi berusia dua bulan.

​Balai Warga RW 02: Menjadi tempat berlindung bagi 5 Kepala Keluarga (KK).

​Pihak kelurahan pun bergerak cepat dalam pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs). Bantuan berupa selimut, handuk, popok, hingga susu formula telah didistribusikan secara langsung. Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Sosial juga terus mensuplai bantuan logistik untuk memastikan dapur umum dan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi hingga situasi dinyatakan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *