DaerahSumatera Selatan

Menelisik Adanya Dugaan Fee Proyek Dinas PUPR Kabupaten Lambar 2020 Kuat Dugaan Korupsi

×

Menelisik Adanya Dugaan Fee Proyek Dinas PUPR Kabupaten Lambar 2020 Kuat Dugaan Korupsi

Share this article

RadarBuana.com | Lambar -Menelisik adanya dugaan Fee proyek dinas PUPR Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 yang sarat akan Korupsi.

Hal ini di sampaikan Ketua DPC Forkowap Lambar Bung Iwan kepada media ini Selasa (06/07/2021) di Ruang kerjanya.

Bung Iwan mengatakan, adanya dugaan Fee proyek di dinas PUPR Kabupaten Lampung blBarat pada tahun 2020 berkisar hingga 16%

Hal ini menurutnya yang menjadi problema dalam setiap pembangunan Fisik yang ada di Lampung Barat  tentu berakibat pada kualitas dan kuantitasnya pembangunan

“Jikalau hal itu benar-benar terjadi kita bayangkan saja puluhan milyar anggaran klo di kalikan 16% berapa uang negara yang hilang dimakan para penikmat pee proyek tersebutungkap Bung Iwan.

Lebih lanjut bung Iwan mengutarakan saat kita sosial control di lapangan memantau kegiatan milik Dinas PUPR Seprti Contoh Bidang Cipta Karya Pembagunan Sanitasi Air Bersih, dan Tangki Saptik Comunal di tahun 2020, ada laporan oknum masyarakat.

” Bahkan oknum kepala desa yang mengatakan kami ini menjerit karena harus mengikuti apa kata orang dinas. Apalagi klo sampe barang ini kebongkar pasti kami yang mendapatkan program ini kena semua ungkap onkum yang enggan disebut namanya. Ditambah lagi ada beberapa oknum pokmas & kepala desa yang tidak terbuka di mana titik-Titik Tangki saptik comunal itu dilaksanakan,” paparnya.

Ditambah lagi, sambung Bung Iwan, dibidang pengairan banyak paket-paket kecil yang dibagi-bagi, bahkan ada yang terima beres alias terima uangnya saja.

“Dan tidak janya itu saja termasuk dibidang bina marga & tata ruang, seperti contoh pemeliharaan jalan seranggas menuju tugu tani. Serta pemeliharaan lampu tugu yang menghabiskan jutaan rupiah,” bebernya lagi.

Selanjutnya bung Iwan juga pernah berbincang-bincang kepada salah satu oknum kepala bidang di Dinas PUPR bahkan sempat mengakui adanya fee proyek tersebut “ya mau bagaimana lagi dari situlah smua kita bisa berbagi untuk kawan-kawan karena bukan hanya 1 atau 2 orang saja yang kita pikirin ungkap oknum tersebut”, kata bung Iwan mengulang pengungkapan oknum kepala tersebut.

“Lebih lanjut kita akan kumpulkan data sebanyak mungkin terkait kegiatan dinas PUPR  baik yang sudah berjalan ataupun yang sedang berjalan,” pungkas bung Iwan kepada media ini.

*/Wawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *