Majalengka, Radarbuana.com – Pengguna Jalan seperti pengendara roda dua maupun roda empat di Majalengka, sangat mengeluhkan aspal jalan yang mengelupas saat melintas. Jalan tersebut, awalnya hanya mengelupas, namun akibat hujan turun jalan itu menjadi lubang. Lubang itupun, tidak kecil seperti bola pingpong, melainkan melebihi diameter ban motor bebek.
“Awalnya jalan itu, hanya mengelupas aspalnya saja. Namun, akibat banyak kendaraan yang melintas, maka jalan itu menjadi berlubang. Lubangnya pun cukup lumayan besar, melebihi diameter ban motor bebek,” keluh pengendara motor yang tidak mau disebutkan namanya, saat melintas. Kamis, (21/01/21).
Tentu saja, hujan menjadi alasan tiap tahun untuk menggerus aspal-aspal hitam jalanan.
“Hotmic aspal hitam itu, terus tergerus mengelupas. Lubang jalan dimana-mana. Sehingga, menimbulkan banyaknya pengendara motor terjatuh. Sebagian selamat, sebagian menggerutu dan memotret. Kapan diperbaiki?,” tambahnya.
Aspal-aspal mengelupas tiap musim hujan tiba, terasa nyata. Jika kemarau, maka kerusakan lubang itu tertutupi debu jalanan. Meski tak terlihat kentara, namun debunya berhamburan melewati celah helm.
“Yang tak pakai helm pasti mengucek mata. “Salah saha teu make helm”. Lalu ketika mengucek mata, ban menggilas lubang jalanan, terjatuh!,” Cetusnya.
Bukan hanya jalan utama, jalan raya, jalan nasional, jalan alternatif, jalan desa atau jalan gang (banyak istilah jalan, kalau mau konfirmasi, Anda harus tahu itu masuk kriteria jalan mana) si narasumber dari dinas terkait, yang tak siap dengan pertanyaan, pasti akan bertanya balik. Itu jalan yang mana ya? Jalan desa, apa bukan?
Berita jalan rusak adalah berita abadi. Kemarau atau hujan, jika tak ada isu seksi, maka selalu ada harapan untuk berita tentang jalan rusak, kembali berkibar.
Aksi warga yang kesal terhadap jalan rusak berlubang, biasanya, tanam pisang. Atau memancing di lubang besar yang digenangi air. Kreatif. Itu satu cara. Namun, ini bulan Januari. Awal tahun. Terkena refocusing anggaran lagi (mungkin). Jadi harap bersabar saja tentang perbaikan.
Yang harus dilakukan pengendara, terutama pengendara motor, jangan terlalu cepat mengendarai kendaraanmu. Apalagi malam hari dengan situasi hujan besar. Genangan air di tengah jalan, itu bisa saja lubang rusak jalanan. Tolong hindari saja. Jalanan, apapun kategori dan jenisnya, bukanlah tempat balapan. Jalan raya utama maupun alternatif, bukanlah sirkuit adu balapan. Tak ada gunanya untuk menjadi yang paling cepat. Kau tak akan mendapatkan piala penghargaan apapun. Meski menjadi yang tercepat.
Saya selalu heran pada setiap yang ngamotor, ngebutnya melebihi Valentino Rossi. Meraung-raung gak jelas target finishnya. Tak pakai helm lagi. Jatuh baru tau rasa lo. Namun begitulah fakta yang ada. Tetapi, sangat cepat mengendarai kendaraan saja tak berguna. Lihat kondisi jalan dong. Perhatikan motor dan fisikmu. Jalan masih banyak yang berlubang, di wilayah kota maupun desa.
Tak guna bercepat-cepat tanpa pakai helm. Aspal-aspal jalan sudah banyak mengelupas. Sudah melebar diameter lubang rusaknya. Siap memakan dirimu yang sangat cepat, maupun yang lengah, ketika melaju di aspal jalanan.
Jalan di wilayah dataran rendah maupun pegunungan terlihat sama saja. Yang berhotmic hanya seumur jagung. Jangan heran jika proyek perbaikan jalan selalu ada setiap tahun. Area Pantura terkenal dengan sebutan “proyek abadi”. Sebetulnya, bagiku, di setiap jalan, selalu ada proyek abadi. Juga selalu ada berita abadi.
Syukurlah sekarang pandemi Covid-19. Berita jalan rusak teralihkan. Tapi yang menggerutu selalu ada. Mereka diam saja, karena ini masih awal tahun. Mau apa coba? Ini masih Januari. Aspal-aspal mengelupas itu masih menertawakan pengendara. Tak hati-hati, kau bisa terlibas sendiri. Enju Juarsa
Related posts:

Panglima TNI Jenderal Andika Tegaskan, Proses Hukum Kasus Prajurit Pukul Polwan di Kalteng

Kapolsek Ciptim dan Kanit Binmas Pasang Sticker di Rumah Sunan yang Sedang Melakukan Isolasi Mandi...

Dengar Keluhan Warga Canggu,Kapolsek Kompol Diah Turun Langsung di Jumat Curhat

Pemkot Cirebon Dukung Pencanangan Zona Integritas di Korem 063/SGJ

Danrem 063/SGJ Gelar Acara Pamitan Pada Seluruh Anggota Korem 063/SGJ

Kapolda Jatim Cek Vaksinasi di Malang, Gelaran 40.345 Dosis Vaksin serentak di 61 titik di Jatim

Semenjak Menjabat Kadis PUPR Lambar, Ir Sudarto Susah untuk Ditemui, Ada Apa?

Karena Belum Ada Pemenang Tender, Pembangunan Alun-Alun Majalengka "Mandeg"

Polda Jatim Tingkatkan Kemampuan Kapolsek dan Kasat se-Jatim







