Tangerang, RadarBuana.com – Pentingnya wawasan kebangsaan guna menghadapi proxy war dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demkian disampaikan Kasipers Kasrem 052/WKR, Kolonel Inf Harrisal Ismail Subing dalam acara Dialog Kebangsaan dengan tema TNI, Polri, dan Mahasiswa Dalam Sinergisitas Melawan Potensi Proxy War, disalah satu Restoran di kawasan BSD, Tangerang Selatan (Tangsel) , Selasa, (10/11/2020).
“Dalam menghadapi proxy perlu kita cantumkan wawasan kebangsaan bagi kita. Proxy sendiri, yaitu Konfrontasi menggunakan pihak ketiga, kurang lebih begitu,” sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Bungas Thomas Fernando Duling yang hadir dalam acara tersebut menyoroti polemik dari pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Nando begitu ia disapa menjabarkan, kesalahan dalam mengetik pasal 6 UU di Cipta Kerja telah menimbulkan adanya ketidak percayaan dari masyarakat.
“Faktanya hari ini, itu semua ramai menjadi pembahasan bagi semua pihak, baik itu mahasiswa, akademisi, maupun pengusaha,” kata Nando.
Pria yang juga merupakan eksponen 98 itupun mengingatkan agar kedepannya, semua pihak tidak mengabaikan segala macam potensi yang dapat terjadi pasca disahkannya UU Cipta Kerja.
“Tantangan kedepan didalam fenomena potensi, tolong jangan diabaikan, bahwa dalam UU Cipta Kerja, (khususnya) di pasal 6 membahas soal investasi,” jelasnya.
“Didalam Pasal 6 tersebut lebih kepada tidak adanya kepastian hukum. Oleh karenanya sinergisitas antara TNI, Polri dan Mahasiswa dinilai mampu untuk menghadapi adanya potensi proxy,” imbuh Nando.
Menurutnya TNI, Polri dan Mahasiswa adalah ketiga komponen terbaik dalam menghadapi potensi terdekat yaitu proxy war. “TNI dengan tentara rakyat, Polri dengan Tribrata, dan Mahasiswa dengan Tridharma Perguruan Tingginya,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Universitas Unpam (Unpam) yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando), serta Pelajar yang tergabung dalam Komite Pergerakan Siswa Independen (Kompersi). Ig
Related posts:

Surat Persetujuan Penetapan Kapolri Baru Diserahkan Sekjen DPR RI Kepada Presiden Melalui Mensesneg

IPW Kecam Penangkapan Anggota Densus 88 oleh BAIS TNI

Kapolri Minta Masyarakat Agar Tak Panik Terkait Bom Bunuh Diri di Katedral

Kapolri Tutup Misi Satgas Perdamaian Dunia: Jadilah Inspirasi untuk Wujudkan Polri Dicintai Masyara...

Memutus Rantai Korupsi Adalah Prasyarat AstaCita: DPP GAN Tegaskan Dukungan Tak Terkecuali pada Age...

Direktorat Samapta Polda Sulsel Bagikan Bantuan Beras dari Kapolri

Upaya Women20 Presidensi Indonesia Fokus Perjuangkan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

Anak Penyandang Disabilitas Perlu Pendampingan Optimal di Masa Pandemi Covid-19

Brian Yuliarto Dilantik Menjadi Mendikti Saintek Manggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.







