Nasional

Prof. Mohammad Hatta: Tinggal Nunggu  Waktu Mensukseskan Hari Tenun Nasional

×

Prof. Mohammad Hatta: Tinggal Nunggu  Waktu Mensukseskan Hari Tenun Nasional

Share this article
Prof. Mohammad Hatta, Dewan Pembina Komunitas Indonesia Internasional Fashion Art & UKM (KADIIFA).foto.dok:radarbuana.com/igo

RadarBuana | Jakarta – Mengisi momen memperingati Hari Tenun Nasional 2024 yang diperingati setiap 7 September,  KADIIFA (Komunitas Indonesia International Fashion Art & UKM) bersama Yayasan Putra gelar karya tenun dan songket se Nusantara, juga pemilihan  Putri Tenun & Songket Indonesia 2024 .  tahun ke lima.

Prof. Mohammad Hatta, Dewan Pembina Komunitas Indonesia Internasional Fashion Art & UKM (KADIIFA) mengutarakan, kegiatan ini merupakan keinginan mereka mereka ini masih mau mencoba mempertahankan tenun Wastra budaya Nusantara, perlu mengorganisir harus didukung, pemasarannya, perlu kita bantu desainernya itu ada banyak ketinggalan. “Disamping itu juga masalah permodalan juga  harus dibayangkan.Sebagian dari mereka juga punya permodalan, tapi kurang. Nah inikan harus diimbangi dengan mencoba memasarkan daripada tenunan songket itu,” ungkap Hatta disela grand final Pemilihan Grand Final Putri Tenun & Songket Indonesia, di Golden Ballroom The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Sabtu 7 September 2024.

Seperti anda liat ini, lanjutnya,  dari berbagai daerah bagus bagus. Kalau ini bisa dipasarkan, kemudian juga kita libatkan ini generasi muda untuk pemasaran.

“Apalagi sekarang inikan banyak bergaya barat, ini harus kita tanamkan mengenal  kain tenun dan songket Nusantara seperti ini kan harus trus. Ini kalau tidak kita lakukan lihat sendirian bahwa anak-anak muda kita inikan pakaiannya. Memang tidak semua, tapi mereka kan rata rata anak muda ini. Jadi disuruh berpakaian yang bersifat tradisional itu sulit,” kata Profesor Hatta.

Menurut Hatta penggiat organisasi songket tidak melihat kepentingan bisnis sepenuhnya.”Jadi penggiat penggiat organisasi Songket ini sungguh sungguh ya. Mereka tidak melihat kepentingan upaya bisnis, tidak mementingkan itu. Namun harus ada kerja sama dengan rekan pers secara berkala dalam bentuk berita maupun visual. Ini yang saya lihat upaya kita pendekatan,” terangnya.

Hatta mengatakan, khususnya pemerintah daerah dan instansi yang memang mempunyai tugas pokok pemandu daya terhadap tenun dan songket Nusantara akan dikenal generasi muda. Apalagi saat ini kita dilanda budaya luar,  mayoritas penduduk Indonesia yang muda.

“Juga departemen departemen pariwisata dan departemen departemen lainnya. Nah ini harus kita lakukan secara berkala,” ujar Hatta.

Menurut Hatta soal tinggal waktu mensukseskan hari tenun nasional.”Ini tinggal soal waktu saja untuk mensukseskan hari tenun nasional. Kira giring terus dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan bahkan agar tidak padam ditengah jalan. Dan inikan hanya setahun sekali dan harus meningkatkan diri,” tambahnya.

Profesor Hatta apresiasi dengan terobosan dan upaya Profesor Anna dan teman teman perjuangkan hari tenun nasional.

“Saya perhatikan terobosan dari prof Anna dan teman-teman menurut saya harus terus dilibatkan. Yang dilakukan adalah mencoba beinteraksi dengan instansi pemerintah dan pemilik perangkat anggaran pusat dan daerah agar melibatkan upaya seperti ini. Di daerah kan berkembang permodalan. Desainernya dan pemasaran seperti hari ini senang,”ungkapnya

“Nah itu upaya kita ini tak hanya kedalam tapi juga keluar. Supaya juga tidak di plagiat dan ditonton negara lain seolah olah menjadi budaya mereka. Kan banyak warisan budaya kita yang diambil oleh negara tetangga,” pungkas Prof. Mohammad Hatta.

Putra Putri Tenun dan Songket Nusantara 2024

Perlu diketahui kegiatan ini dimaksudkan untuk memilih putra putri terbaik Indonesia yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, terutama yang juga berkaitan dengan pembuatan sejarah tenun dan songket baru sekaligus pelestariannya. Para peserta sehat jasmani dan rohani, serta berkepribadian dan berpenampilan yang mencerminkan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Tujuannya adalah tumbuh kembangnya kecintaan terhadap wastra nusantara (terutama tenun dan songket ) di mata generasi muda Indonesia yang pada gilirannya diharapkan menjadi “agent of change” (agen perubahan) dan “agent of ok develepment” (agen pembangunan) dalam membangun masa depan Indonesia yang memanfaatkan potensi dan kekayaan wastra Indonesia.

[igo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *