CirebonDaerah

Program Kemensos Komunitas Adat Terpencil (KAT) Terus Menuai Sorotan. Kejari Maros Diminta Usut Sampai Tuntas

×

Program Kemensos Komunitas Adat Terpencil (KAT) Terus Menuai Sorotan. Kejari Maros Diminta Usut Sampai Tuntas

Share this article

RdarBuana.com | Maros – Diduga ada pelanggaran dalam pelaksanaan program Kemensos Komunitas Adat Terpencil (KAT ) tahun anggaran 2021, bahkan hingga saat ini belum rampung.

Dana miliaran rupiah digelontorkan untuk pembangunan lima puluh rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat, namu hingga memasuki bulan Maret 2022 kegiatan tersebut tidak kunjung selesai, bahkan terkesan mangkrak.

Karena pekerjaan program ini dinilai berlarut larut, sehingga beberapa elemen menyoroti, termasuk sejumlah lembaga mahasiswa, seperti Celebes Law And Transparancy( CLAT) dan Aliansi Maros Transparancy ( AMARTA).

Berdasarkan investigasi dan kajian kedua lembaga ini, menemukan adanya indikasi pelanggaran penyimpangan anggaran, karena pengelolaannya tidak transparan.

Berdasarkan hasil temuan kedua lembaga tersebut, hari ini Kamis (10/3/2022) melakukan unjuk rasa di dua titik yakni kantor kejaksaan negeri Maros dan kantor bupati.

Dalam orasinya para pengunjuk rasa, meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran dalam kegiatan ini.

Firman jenderal aksi lapangan mengatakan, kami ini turun kejalan kerena kami menduga ada penyelewengan dana dalam kegiatan tersebut, indikasi sangat beralasan karena kegiatan tidak transparan, berapa anggaran sebenarnya yang digelontorkan oleh Kemensos ke pokmas.

Dikatakan juga Firman, kami turun bersama rekan-rekan mahasiswa melakukan aksi damai ini untuk memberikan dukungan moril kepada kejaksaan, karena masalah ini sudah ditangani.

“Hari kami melakukan aksi di dua titik, di kantor kejaksaan dan kantor bupati, dikantor kejaksaan kami diterima lansung oleh Kasi Intel, dan pihak kejaksaan berjanji akan mengusut tuntas persolan ini,” jelas Firman.

Aksi kami di kantor bupati, lanjut firman, diterima oleh kadis Kesbangpol Drs.Kamaluddin, yang juga mantan kadis sosial, dalam dialog kami dengan kadis, beberapa tuntutan yang disampaikan diantaranya, meminta kepada bupati untuk menindak adanya indikasi ada oknum pemerintah desa yang terlibat dalam masalah ini.

Sementara kepala Kesbang pol, menerima aspirasi para pendemo, dan berjanji akan meneruskan tututan para mahasiswa ini ke Bupati Maros.

“Terimaj kasi atas kedatangan para adik-adik mahasiswa atas informasi yang disampaikan, insyaallah tuntutan ini kami akan sampaikan ke bupati, semoga ada solusi terbaik nantinya, tapi kalau memang ada oknum pemerintah yang terlibat dalam Maslah ini, kami percaya kepada penegak hukum akan bertindak tanpa pandang bulu,” pungkas Kamaluddin.

Herman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *