Maros, Radarbuana.com.- Pasca ditemukannya tiga orang warga positif terinfeksi covid-19. Terkait dengan itu Bupati Maros, Ir.HM Hatta Rahman, MM mengumumkan peningkatan status daerah ini, dari darurat menjadi waspadam terhitung dari tanggal 29 maret sampai 12 april 2020.
Peningkatan status tersebut, langsung direspon oleh semua pihak, untuk lebih intens lagi melakukan upaya pencegahan covid 19. Bahkan sejumlah desa sudah melakukan isolasi mandiri.
Dari pantauan Radarbuana.com, hari ini Senin (30/3/2020), mayoritas desa sudah membuat portal di batas desa masing-masing, dan melibatkan beberapa OKP yang ada di desa, diantaranya Karang Taruna, KNPI, dan beberapa OKP lainnya sebagai pengendali posko perbatasan. Bukan cuma yang ada dekat dengan perkotaan, tapi sampai di pelosok melakukan hal yang sama.
Camat Cenrana, H.Suardi Sawedi, SE, Msi kepada Radarbuana.com Senin (30/3/2020) mengatakan, sesuai instruksi bupati Maros, kami tindak lanjuti kebawah tingkat desa, agar melakukan segala upaya, untuk pencegahan merebaknya virus covid-19 ini.
“Dari tujuh desa di Kecamatan Cenrana ini, semua sudah melakukan Isolasi Mandiri, dengan metode yang berbeda. Karena ada beberapa desa dilintasi jalur jalan nasional, jadi tidak mungkin melakukan penutupan, hanya jalur ke kampung-kampung saja.” ungkap Suardi.
Ditambahkan Kades Limampoccoe, H .Andi.Abu Bakri, bahwa upaya yang dilakukan itu hanya untuk keselamatan kita bersama untuk menghindari penyebaran virus covid-19.
“Penutupan beberapa akses masuk ke beberapa kampung, itu bukan dilarang orang masuk atau keluar. Tapi harus mematuhi ketentuan yang diterapkan oleh Gugus Pengendali Covid-19 dari kecamatan. Bagi masyarakat yang mau masuk harus memeriksakan diri dulu di PKM Cenrana. Dan kalau sudah ada hasilnya dinyatakan negative, baru di izinkan masuk,” tegas. Andi Abu. Herman.






