RadarBuana.com | Cirebon -Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk sekolah di Kota Cirebon sudah berjalan seiring diberlakukannya PPKM level 2.
Pantauan Radarbuana.com di SMAN 3 Cirebon, Jum’at (01/10/2021), sejumlah siswa sekolah menengah atas tampak antusias mengikuti kegiatan belajar secara langsung.
Sebelum memasuki sekolah untuk mengikuti PTM, seluruh siswa harus menjalani pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan di tempat cuci tangan yang disediakan oleh pihak sekolah di masing-masing kelas.
Sementara itu Kepala SMAN 3 Cirebon, Hj. Naning Priyatnaningsih,S.Pd M.Pd melalui Wakasek Kurikulum, Komarudin,S.Pd mengatakan, alhamdulilah dalam PTM di SMAN 3 selalu menerapkan Prokes ketat pada siswa awal masuk ke Sekolah sejak Senin (06/09/2021). “Kami pihak sekolah juga menghimbau pada orang tua apabila siswa ada yang sakit untuk tidak masuk sekolah” ” terangnya.
“Di SMAN 3 Cirebon, pembelajaran tatap muka berjalan mulai jam 07.30 sampai dengan jam 11.40 Wib untuk hari Senin s/d Kamis dan hari Jum’at mulai jam 07.30 sampai dengan jam 10.50 Wib. Dan sistem pembelajaran di sini ada dua berdasarkan Absensi nomor 1 s/d 18 mengikuti PTM (Luring) dan Absensi nomor 19 s/d 36 mengikuti pembelajaran Daring. Minggu ini Luring minggu depannya daring begitu juga sebaliknya,” ungkap Komar.
Menurut wakasek Kurikulum yang akrab disapa Komar, metode pembelajaran secara daring yang dilakukan SMAN 3 ini menggunakan aplikasi Microsoft Office 365 yang mempunyai keunggulan tersendiri dan kompleks serta bisa dipergunakan untuk netmeeting dalam pembelajaran Daring.
Diberlakukannya PTM, lanjut Komar, diharapkan dapat mengembalikan semangat anak-anak untuk belajar. Terutama dalam pembelajran karakter bisa lebih maksimal hasilnya dengan pembelajaran Luring bagi guru dalam memberikan penilaian, mengingat menggunakan metode Kurtilas.
“Komar berharap agar PTM bisa terlaksana 100 persen bagi siswa-siswi, terutama pendidikan karakter bagaimana siswa dengan guru berinteraksi begitupun sebaliknya dengan sesama teman. Karena syarat dari kelulusan siswa-siswi menurut Kurikulum 2013 adalah penilaian karakter siswa minimal baik,” pungkas Wakasek Kurikulum, Komarudin,S.Pd.
Rio
Related posts:

Anggota MPR RI, Ajiep Padindang Sosialisasi 4 Pilar ke Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pemkot Cirebon Sambut Kunker Anggota DPD RI Jawa Barat, Dalam Rangka Menyerap Aspirasi Masyarakat

Plt Bupati Bogor Minta SKPD Majukan Pelayanan Profesional

Meriahkan Perayaan HUT Ke-79 KAI, PT. KAI Dop 3 Cirebon Gelar Lomba Tarik Lokomotif Seberat 84 Ton

Kapolda Sulsel Laksanakan Sholat Idhul Adha 1441 H di Mapolda dan Potong Hewan Kurban 121 Ekor

Ratusan Warga Desa Toddopulia Kecamatan Tanralili Ikuti Vaksinasi

Anggota DPRD Jateng F-PDIP, Kadarwati Reses Di Bayat Tampung Aspirasi Pelaku UMKM

Berprestasi Pelayanan Publik, Pemkab Gowa Masuk Top 30 Terbaik se-Indonesia

Pj Wali Kota : Keluarga ASN Pilar Penting dalam Pembinaan Penguatan Keagamaan







