Maros, RadarBuana.com— Reformasi Birokrasi merupakan salah satu langkah awal mendukung program pemerintah untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan organisasi Polri yang baik, efektif dan efisien.
Sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan professional dalam mewujudkan good governance dan clean government menuju aparatur Polri yang bersih dan bebas dari KKN, meningkatnya pelayanan prima kepolisian serta meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja. Dalam perjalanannya, terdapat kendala yang dihadapi, diantaranya adalah penyalahgunaan wewenang, praktek KKN, diskriminasi dan lemahnya pengawasan.
Guna menghilangkan perilaku penyimpangan anggota tersebut telah dilakukan langkah-langkah strategis melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Bagian Sumber daya Polres Maros sendiri telah berbenah untuk mencapai Pembangunan Zona Integritas WBK pada internal SDM Polres Maros.
Kabagsumda Polres Maros Kompol Sainuddin menyampaikan, pembangunan zona integritas pada internal SDM Polres Maros kita telah benahi untuk meraih target capaian ZI WBK.
“Kami telah melakukan pembenahan kedalam khususnya dalam bidang SDM Polri, beberapa syarat pendukung Pembangunan ZI WBK telah kita buat dan kemas dengan tertib, diantaranya Standar Operasional Prosedur seluruh pelayanan administrasi personel baik pembinaan karir, kesejahteraan serta pengakhiran masa dinas, semua kita tata dulu dengan tertib dan rapi,” Ucap Kompol Sainuddin (20/11/2020).
Lanjut tambah Sainuddin, setelah administrasi kita benahi langkah selanjutnya dengan meyakinkan seluruh personil Bagsumda Polres Maros tentang komitmen dan integritas pelayanan.
Semua pola pelayanan personil harus dilaksanakan secara profesional dan proporsional.
“Tidak ada lagi pilih kasih atau karena ada sesuatunya dalam pengurusan personil di bagsumda. komitmen ini yang harus saya tanamkan dan yakinkan kepada seluruh personil untuk raih kepercayaan publik akan komitmen SDM Polres Maros,” tambahnya.
“Kalau dulu ada yang mau dikbangspes, ada yang mau mutasi melakukan lobi-lobi, saat ini semua dilakukan sesuai kompetensi jabatan, jika personil tersebut memiliki reward kita akan ajulan penghargaan serta promosi Jabatan, begitu pula sebaliknya jika personil melakulan pelanggaran (punishment) kita akan berikan sanksi atau demosi tanpa ada tolerasi atau kebijakan,” Tambahnya.
Komitmen ini harus terus kami lakukan agar mind set dan culture set Internal Polri dapat terwujud guna mewujudkan polisi yang promoter.
Dari 6 Komponen terkait pembangunan zona Integritas WBK baik Manajemen Perubahan, penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, Penguatan Kualitas Pelayanan Publik kami akan laksanakan dengan penuh dedikasi dan komitmen integritas yang tinggi.
“Insya Allah di periode 2020/2021 kami berharap dapat meraih predikat Zi WBK dr Kemenpan RB,” tutupnya. Herman
Related posts:

Terungkap, Pelaku Dugaan Pencurian di THM Paris Kendari Mantan Istri Komisarisnya

Kapolri Instruksikan Kapolda Cek Setiap Hari Ketersediaan Minyak Goreng di Pasar Jelang Ramadan

Oknum DPRD Buleleng Sepakat Damai Tuntaskan Hutang

Anjangsana ke Kurumkin, Satgas Yonif 403 Bagikan Pakaian Layak Pakai

Tim Pra Prov Sepak Takraw Kabupaten Maros Selesai TC

Bupati Lambar Apresiasi Kepada 37 Anggota NS Mengabdi Selama 2 Tahun

Bupati Gowa: Program PTPR Minimalisir Konflik Sosial Persoalan Tanah Warga, 2 Kecamatan Telah Tersa...

Bertempat Di SMAN 1 Arjawinangun, Kapolresta Cirebon Hadiri Zoom Meeting Vaksinasi Serentak Bersama...

Kades Rompegading Pimpin Warganya Benahi Saluran Air







