RadarBuana.com | Jakarta – Ketegangan antara Palestina-Israel kembali memanas sejak Ramadhan 1442 H lalu hingga kini. Beragam faktor melatarbelakangi ketegangan itu, termasuk diantaranya rencana pengusiran puluhan warga Palestina di kawasan Sheikh Jarrah.
Situasi kemudian semakin menegangkan setelah kelompok milisi Palestina Hamas menghujani wilayah Israel dengan rudal-rudal.
Meski tidak banyak menimbulkan kerusakan dan korban, Israel membalas serangan itu dengan melakukan operasi militer di sejumlah wilayah. Hasilnya, ratusan warga Palestina meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka.
Hal ini memicu kalangan elit politik dari berbagai Negara lain dan bahkan para tokoh Agama ikut mengomentari atas tragedi Palestina-Israel yang sampai saat ini masih belum juga usai.
Salah satunya tokoh Muslim Karawang H. Ahmad Zamakhsyari atau akrab disapa Kang Jimmy, dalam keterangannya menyampaikan, bahwa komflik Palestina Israel sudah ada dari mulai eranya Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Isa sampai sekarang.
“Konflik keduanya bukan semata-mata persoalan agama Yahudi dan Islam,” kata Kang Jimmy, Senin (17/5/2021).
Tetapi, sambungnya, lebih dari itu, konflik ini murni rebutan tanah yang di janjikanm Kita semua paham dan meyakini kalimat Quran bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho terhadap akidah Islam.
“Kajian ini sangat mendasar, mengingat ternyata banyak orang yang beragama Yahudi (warga negara israel) merindukan adanya perdamaian antara Palestina dan Israel, disamping adanya titik nadzir kejenuhan hati kecil mereka merindukan kedamaian,” terangnya.
Lebih jahu Kang Jimmy mengutarakan, sebagai orang yang beragama, karena israel bukan negara atheis, punya agama seperti china, korea utara, uni soviet, kuba, dan vietnam. Karena itulah menurutnya dunia butuh sosok Alm. KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Sebabnya Gusdur memiliki pola pikir perdamaian multi dimensi.
“Ada keserakahan di jiwa orang Yahudi yang tetap menginginkan Palestina menjadi bagian dari yerussalem secara utuh. Ada kekuatan kapitalis pasar modal yang di kuasai oleh George Soros yang asli keturunan Yahudi, serta ada kekuatan blok barat yang selalu bersama Israel. Karena itu Gusdur menjadi sosok pemberani masuk dalam barisan simonperes foundation atau yayasan simonperes,” paparnya
“Ya ya ya, berjuang membantu Palestina tidak selesai dengan merangkai doa dan kata-kata, apalagi hanya sebatas menyimpannya di media sosial yang hanya menjadikan derita muslim Palestina sebagai bahan eksploitasi untuk meraih simpati netijen. Kita butuh gerakan konkrit para pemilik kebijakan bangsa ini untuk satu langkah lebih maju dari apa yang sudah dilakukan oleh hadrothu syekh Gusdur,” ungkap Kang Jimmy.
Ia berharap semoga Allah ta’ala memberikan keberanian kepada tokoh bangsa ini untuk masuk di jantungnya PBB.
*/Fahmy
Related posts:

Jajaran PJU Polda Metro Jaya Sambangi Satkamling RW 08 Pedaengan Cakung dalam Cooling System Mengha...

Ditemukan Mayat Wanita Mengambang Disitu Gintung, Sebelumnya Korban Dinyatakan Hilang

Temukan PMKS di Seputaran Sudirman, Mensos Risma Tawarkan Tempat Tinggal Hingga Bantu Pemulangan PM...

Café Mutiara di Puri Kembangan Ludes Dilahap Sijago Merah

Polisi Tempel Stiker Tracing Pemudik Kampung Tangguh di Kampung Makasar Jaktim

Beberapa Hari Alami Sakit, Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal Dunia di RSPAD) Gatot Soebroto

PT Petraco Bangun Reklame Tanpa Izin Disegel Pol PP DKI

Polisi Ungkap Pengedar Sabu Semilai 400 M Jaringan Narkoba Internasional Timteng

Petisi AMPHI Desak Jaksa Agung dan KPK Periksa Dirut BNI Atas Dugaan Kasus Kredit Tambang Batubara






