Maros, RadarBuada.com— Sangat miris, Kabupaten peraih Piala Adipura enam kali berturut-turut, kategori kota kecil di bidang lingkungan hidup, kebersihan kota.
Salah satu indikasi penelian yang punya nilai tertinggi adalah sistim pengelolaan sampah. Ini sangat bertolak belakang kondisi saat ini, tempat pembuangan akhir TPA Bonto Ramba kecamatan Mandai kabupaten Maros ditutup akibat tidak ada lagi ruang untuk membuang sampah.
Salah satu petugas TPA Bonto Ramba yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan TPA tersebut untuk sementara tutup, karna sampah dalam lokasi area pembuangan berserakahan sampah, akibat beberapa alat (ekskavator) tidak dapat dipergunakan lagi, semuanya rusak total sehingga sampah sampah yang ada saat ini tidak dapat dibenahi.
Selain itu , Hamzan salah satu warga dusun Bonto Ramba , mengatakan kondisi TPA Bonto Ramba saat ini tidak dapat membendung sampah perkotaan dan limbah rumah tangga.
saat ini, lanjut Hamzan, Pasalnya semakin hari sampah perkotaan semakin meningkat , sementara itu area lokasi TPA sudah tidak mampu menampung volume sampah tiap hari, yang jumlahnya puluhan ton per hari.
“Kondisi ini sudah berlansung lama dan membuat warga sekitar TPA resah akibat bau sampah, saat ini sampah sudah meluber ke dekat pemukiman warga. Tapi sayangnya pihak pemerintah kabupaten Maros tidak serius menangani permaslahan ini,” jelasnya.
Hamzan menambahkan, saat ini sampah berserakahan dimana mana di sekitar area pembuangan karna tidak cukup ruang membuang sampah , sehingga kendaraan pengagkut sampah membuang angkutannya di depan posko TPA Bonto Ramba, sehingga menuai sorotan warga, karna dengan sampah sampah yang berserakahan menutupi jalan warga.
“Kami selaku warga cukup resah dengan kondisi TPA saat ini, pemerintah terkait seakan tidak peduli , sementara itu diketahui limbah sampah rumah tangga atau sampah perkotaan merupakan sumber utama yang menimbulkan bencana banjir,” ujar Hamzan.
Ia juga sangat menyangkan kalau kabupaten Maros ini tercederai citranya selaku penerima Adipura selama enam kali berturut turut akibat sampah saat ini dikabupaten Maros tidak dapat dikendalikan.
“Olehnya itu kami mohon kepada bapak H.hatta Rahman selaku pucuk pimpinan di kabupaten Maros serius mananggapi hal tersebut demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Maros.”tutupnya
Agus Riswandi Kabid pengelolaan persampahan, limbah B3 dan peningkatan kapasitas. Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Maros mengakui kalau saat ini pihaknya bingung, bagai mana cara mengatasi permasalahan ini, karena semua alat rusak yang biasa dipake untuk mendorong tumpukan sampah.
Wandi, sapaan akrabnya menambahkan, masalah ini dia laporkan ke pimpinan, tapi belum ada solulusi, sementara’ volume sampah tiap hari meningkat.
Kami tidak bisa lagi berbuat maksimal mengatasi masalah ini, karena ada tiga alat berat biasa kami gunakan untuk mengangsur dan mendorong sampah semuanya rusak, kami bingung harus bagaimana lagi,” jelas Wandi, Jumat (11/12/2020). Herman
Related posts:

Empat Belas Atlet Sepak Takraw Siap Bertarung Di Kota Pare-Pare. Ini Harapan Ketua Tim Manager

Gerak Cepat Polres Pelabuhan, Kapal KM Umsini Selamat Dari Kebakaran Di Pelabuhan Soekarno Makassa...

KPU Pesisir Barat Gelar Debat Publik, Gali Visi Misi Paslon

Hasil Ops Ketupat Kalimaya 2020 Dievaluasi Ditlantas Polda Banten

Wakapolres Maros Tinjau Lokasi Persiapan Pembangunan Kantor Polsek Kecamatan Cenrana

Kapolres Majalengka Cek lokasi Lokasi Rencana Pembangunan Mako Polsek Malausma

Kapolres Cirebon Kota, Terima Langsung Penyerahan Pelaku Demo Anarkis LSM GMBI dari Polda Jabar

Ketua APTISI Bali: Struktur Perlu Sangat Ramping, dan Manfaatkan Sistem, Sehingga Kampus dan Mahasi...

Kapolri Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Buya Syafii Maarif: Kita Kehilangan Tokoh dan Ba...







