BaliDaerah

Virus ASF di Pulau Jawa, Bau Kotoran menyengat di KM Gilimanuk, Demi Bali Distan Alihkan Pengiriman Ternak Babi Via Pelabuhan Celukan Bawang

×

Virus ASF di Pulau Jawa, Bau Kotoran menyengat di KM Gilimanuk, Demi Bali Distan Alihkan Pengiriman Ternak Babi Via Pelabuhan Celukan Bawang

Share this article

RadarBuana.com | Singaraja -Maraknya lalu lintas hewan ternak jenis babi yang di berangkatkan dari Bali melalui via Ketapang-Kendal-Kumai, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mulai alihkan pengiriman ke Pelabuhan Celukan Bawang,

Selain menimbulkan bau tak sedap dalam armada KM, juga berdampak pada kenyamanan penumpang yang mulai risih, padahal pot to pot telah dilakukan melalui via Pelabuhan Celukan Bawang yang saat ini ribuan ekor babi telah diberangkatkan menuju Kalteng, bahkan ekonomi buruh TKBM mulai ada peningkatan, hal ini sangat epektif untuk mengawasi kesehatan hewan sehingga peternak di Bali tidak waswas akan isu ASF.

Pantauan awak media di ASDP Pelabuhan Gilimanuk Jumat (2/6) pukul 20.10 wita terlihat armada truk pengangkut ternak babi lolos bahkan dinilai ada permainan oknum pihak karantina Gilimanuk memuluskan jalan mereka kendati para agen mengantongi surat lengkap berkedok Leggal.

Pengirim Babi menuju Kumai lewat Gilimanuk, Ketapang-Kendal-Kumai
Pengirim Babi menuju Kumai lewat Gilimanuk, Ketapang-Kendal-Kumai

Pemerintah Bali mestinya membentuk pansus bersama DPRD Bali, pasalnya bukan hanya Bali saja melakukan pengiriman, namun masi ada peternak luar Bali. Ada dugaan para peternak di Bali akan berimbas buruk selain penurunan harga juga nama Bali terseret bila hewan bukan pengirim Bali terjangkit virus ASF.

Salah satu pengirim Babi yang enggan disebut namanya saat membawa hewan ternak Babi via lalu lintas Ketapang menuturkan,”Saya hanya mengikuti arahan dari Bos, cuman takutnya ini kan perjalanan memakan waktu 5 hari sampai di Kendal tentu bisa saja hewan mati,”papar sang sopir sembari minum kopi diwarung

Ia lebih jelas mengatakan, banyak pengirim dari luar Bali melalui jalur Kendal, bahaya virus African Swine Fever (ASF) menurutnya sangat rentan, “Walaupun surat SKKH Karantina Bali lengkap tapi kan ada saja selain dari Bali mengirim belum tentu hewanya juga sehat, ini sangat disayangkan walaupun kami digajih untuk membawa hewan. Disamping itu bau kotoran babi membuat penumpang tidak nyaman dalam kapal, padahal saya malu ada penumpang mengeluhkan. Bagusnya Celukan Bawang sangat tepat,”teranya

Dia mengingatkan agar penerapan SOP Biosecurity di Pulau Bali dilakukan dengan sangat ketat, mulai dari prosedur biosecurity para pekerja, alat angkut, sampai kondisi pakan babi juga harus menjadi perhatian.

Sementara Kadis Pertanian Ketahanan Pangan Provensi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP, M.Agb dikonfirmasi via pesan Whattsapp Sabtu (3/6) terhadap merebaknya virus ASF di pulau Jawa.

“Untuk pengiriman babi via Gilimanuk tidak ada larangan yang penting semua kelengkapan surat seperti SKKH dipenuhi, cuman sekarang kita fokuskan pengiriman melalui Pelabuhan Celukan Bawang,”papar Kadistan I Wayan Sunada

Terhadap bau menyengat yang ditimbulkan dari akibat kotoran babi kendati ada didalam truk namun sangat mengganggu kenyamanan para penumpang Kapal, Sunada masih belum mengetahui bahkan tidak ada laporan pihak ASPD Gilimanuk,”Kalau bau kotoran yang ditimbulkan mengakibatkan kurang nyamannya penumpang kami belum menerima laporan, kalau tau itu kan tidak boleh. Untuk sekarang kita akan buat regulasi supaya fokus pengiriman melalui Celukan Bawang, mengingat ASF di pulau jawa sudah mulai ada dan jangan sampai ASF bisa masuk ke Bali apalagi Gilimanuk dan Ketapang sangat dekat”papar Sunada

Kendati ada pro kontra dalam kebijakan yang diambil ini dan regulasi untuk menentukan jalur laut Pelabuhan Celukan Bawang segera dibahas dan progres persiapan implementasi sub kompartemen bebas ASF , namun demi nama Bali Distan Provensi akan duduk bareng membahas hal itu bersama DPRD Bali,”Nanti kita akan bahas dengan DPRD provensi aturan yang akan kita terapkan sehingga pengiriman via Gilimanuk dapat kita alihkan ke Celukan Bawang,”jelasnya.

Diketahui saat ini negara Singapura sudah mulai membuka impor daging babi yang berasal dari Indonesia dalam bentuk Berkas Karkas babi yang dimaksud adalah bagian-bagian dari hewan yang telah disembelih dan diproses, seperti kepala dan kaki yang dipisahkan, kulit yang dikuliti, dan isi perut serta dada yang dikeluarkan.

(ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *