DaerahSulawesi Selatan

Warga Kampung Bulli-bulli Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Butuh Sarana Jalan dan Jembatan

×

Warga Kampung Bulli-bulli Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Butuh Sarana Jalan dan Jembatan

Share this article
Najamuddin, Kepala Dusun Batu Napara.

RadarBuana.com | Maros –– Sejalan dengan visi dan misi Bupati Maros Chaidir Syam bersama Hj. Suhartina Bohari adalah salah satu program prioritasnya adalah membangun infrastruktur pedesaan.

Kini salah satu kampung sangat butuh perhatian pemerintah, yakni kampung Bulli-bulli dusun batu Napara Desa Baruga kecamatan Bantimurung. Akses jalan menuju ke kampung yang berpenghuni ratusan jiwa tersebut masih sangat terisolir terutama di musim penghujan.

Penderitaan warga kampung tersebut sudah berlangsung sejak adanya kampung itu, akses jalan kesana masih jalan tanah dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

Najamuddin, Kepala Dusun Batu Napara mengungkapkan, dia bersama warganya sangat butuh sarana jalan dan jembatan. Menurutnya sudah berapa kali bupati berganti tapi tidak pernah ada perhatian ke kampung Bulli-bulli.

Dijelaskan juga, untuk akses jalan keluar masuk ke kampungnya, hanya ada jembatan gantung dengan bentangan puluhan meter. Sementara jalannya masih jalan tanah.

Kami disini sangat tersiksa, pasalnya jalanan kami masih jalan tanah, kalau musim hujan praktis tida aktifitas warga, karena tidak akses jalan, selain itu untuk mengangkut hasil pertanian kami harus menggunakan tenaga manusia,” jelas Najamuddi.

Warga dikampung ini cukup banyak, lanjutnya, ada ratusan jiwa butuh uluran tangan dari Bupati, kami sangat berharap adanya perhatian. Yang paling kami butuhkan adalah jembatan sebagai akses penghubung, mengingat kampung Bulli-bulli dikelilingi sungai besar.

Kasian anak-anak disini, kalau musim hujan kadang tidak pergi ke sekolah, karena takut menyeberang jembatan, jembatan gantung yang ada sudah mulai rusak, mudah-mudahan bupati bisa perhatikan kami disini, ” harap Najamuddin.

Sementara itu kades Baruga Muh.Ilyas Tompo membenarkan hal tersebut, menurut nya, kampung Bulli-bulli, memang butuh sentuhan pemerintah kabupaten dalam hal ini PUPR, karena anggaran untuk pembangunan jembatan cukup besar, termasuk akses jalan panjangnya ratusan meter.

“Anggaran Add tidak bisa mengakomodir semua karena anggaran terbatas, ini sudah beberapa kali kami masukkan di musrembang, tapi sampai saat ini belum pernah terakomodir.” Jelas Ilyas.

Dijelaskan juga, pihaknya sudah kerja jalan dari poros sekira dua ratus meter, dari dana DD, tapi itu hanya sampai di jembatan. Yang sangat dibutuhkan adalah jembatan, karena membutuhkan anggaran cukup besar.

Kalau sudah ada jembatan, biar jalannya kami bisa kerja bertahap lewat Dana Desa (DD) sesuai kemampuan, semoga tahun depan sudah bisa terakomodir harapan warga kami,” pungkasnya.

Herman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *