BaliInfo TNIPendidikan

1.583 Prajurit Infanteri Lulus Pendidikan, Pangdam Udayana Tekankan Amanah Pengabdian

×

1.583 Prajurit Infanteri Lulus Pendidikan, Pangdam Udayana Tekankan Amanah Pengabdian

Share this article

Radarbuana | Buleleng — Sebanyak 1.583 prajurit Infanteri Dikmata G II Tahun Anggaran 2026 dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan dan secara resmi siap menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

Penutupan pendidikan tersebut dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Dodiklatpur Pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 09.26 WITA.

Upacara penutupan berlangsung di kawasan latihan yang dikenal memiliki karakter geografis berupa perbukitan dengan kondisi relatif kering dan panas. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan penting dalam pembentukan prajurit TNI AD sebelum mereka memasuki rangkaian pendidikan dan penugasan berikutnya.

Para lulusan tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, terutama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian lainnya berasal dari wilayah Bali.

Kegiatan penutupan turut dihadiri unsur pimpinan dan jajaran Rindam IX/Udayana, Kodim jajaran Bali, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Polri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng.

Tidak Berhenti pada Pendidikan Dasar
Setelah menyelesaikan pendidikan pertama, para prajurit lulusan Dikmata G II TA 2026 masih akan mengikuti pendidikan lanjutan selama kurang lebih satu bulan.

Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan prajurit agar memiliki kesiapan mental, fisik, disiplin, keterampilan, serta kemampuan dasar militer sebelum ditempatkan dan menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi TNI AD.

Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri sendiri merupakan tahapan awal pembentukan prajurit yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis dan taktis militer, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, mental, fisik, serta jiwa korsa.

Kemampuan tersebut diharapkan menjadi modal bagi para prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Diproyeksikan Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa pembentukan dan penguatan satuan TNI AD terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP).

Menurutnya, kebutuhan terhadap prajurit yang memiliki kemampuan dan karakter sesuai dengan tugas satuan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan kekuatan TNI AD.
“Pembangunan kekuatan TNI AD, khususnya pembentukan satuan Batalyon Teritorial Pembangunan, sampai saat ini terus dipacu peningkatannya dalam rangka pengembangan batalyon di setiap kabupaten,” kata Piek Budyakto.

Ia menjelaskan, TNI AD berupaya mencetak prajurit yang nantinya diproyeksikan mengisi satuan-satuan tersebut.

Dengan demikian, keberadaan prajurit tidak semata-mata dipersiapkan untuk menghadapi tugas pertempuran. Mereka juga dituntut mampu mendukung berbagai agenda pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Tidak semata melaksanakan tugas pertempuran. Para prajurit juga dipersiapkan untuk mendukung percepatan pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan,” ujarnya.

Piek Budyakto juga mengingatkan para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan agar tidak menganggap pelantikan sebagai akhir dari proses pembentukan diri.

Menurutnya, kelulusan justru menjadi awal dari perjalanan panjang pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
“Kepercayaan yang diberikan oleh negara kepada kalian untuk menjadi bagian dari pembentukan Yonif TP merupakan tugas terhormat yang harus dilakukan dengan penuh amanah dan tanggung jawab, disertai dedikasi yang tinggi,” tegasnya.

Ia mengatakan, pendidikan yang telah dijalani disusun secara sistematis untuk membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan prajurit agar sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI.

Para tamtama remaja tersebut juga telah dibekali berbagai materi melalui latihan terpadu sebagai modal awal dalam menghadapi tugas di satuan.
Pangdam meminta para prajurit memanfaatkan seluruh pengetahuan, kemampuan teknik, dan taktik militer yang diperoleh selama pendidikan sebagai dasar dalam menjalankan tugas sebagai tentara rakyat.
“Kehadiran kalian di masyarakat pastinya akan membawa tenaga dan semangat yang dibutuhkan kesatuan. Jadikan ilmu pengetahuan dengan kemampuan teknik dan taktik militer yang diperoleh sebagai modal dasar sebagai tentara rakyat,” pesannya.

Awal Pengabdian Panjang

Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, 1.583 prajurit Infanteri Dikmata G II TA 2026 kini memasuki tahapan baru dalam perjalanan kedinasan mereka.

Pendidikan lanjutan yang akan dijalani selama satu bulan menjadi bagian dari proses mematangkan kemampuan sebelum mereka menjalankan tugas sesuai penempatan dan kebutuhan organisasi.

Pangdam menegaskan bahwa setiap prajurit harus menjaga kehormatan seragam dan kepercayaan negara dengan menunjukkan disiplin, loyalitas, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian yang masih panjang,” pungkasnya.

(angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *