BaliDaerahSeni dan Budaya

Adat Anturan Laksanakan Melasti/Melis Bendesa Adat Ajak Krama Adat Betul-betul Laksanakan Catur Brata Nyepi Caka 1946

×

Adat Anturan Laksanakan Melasti/Melis Bendesa Adat Ajak Krama Adat Betul-betul Laksanakan Catur Brata Nyepi Caka 1946

Share this article

RadarBuana | Bali -Hari Raya Nyepi Caka 1946 yang jatuh pada 11 Maret 2024 seluruh umat Hindu memulai rangkaian/persiapan kegiatan tersebut sejak 10 hari. Seluruh desa adat di Bali pada H-4 mulai menggelar persiapan Melasti, upacara melasti atau disebut juga dengan melis diadakan beberapa hari sebelum Nyepi berlangsung.

Saat itu, segala sesuatu atau sarana sembahyang di Pura dibawa ke laut untuk disucikan. Berbagai jenis benda sakral atau keramat dicuci dengan air laut atau sungai. Seperti Melasti yang diselenggarakan keramat adat Desa Anturan Kecamatan Buleleng pada 6 Maret 2024 pukul 15.00 wita seluruh kerama adat berduyun-duyun dari pusat desa menuju Pantai Pura Segara Celuk Agung mengantarkan Prelina untuk di sucikan yang dipimpin langsung Bendesa Adat Ketut Mangku.

Ada 4 hal yang dilarang dilakukan umat Hindu saat Nyepi berlangsung
1),Amati GeniAmati Geni adalah berpantang menyalakan api, lampu, dan benda elektronik lainnya. Selama 24 jam, tidak ada aktivitas yang berkaitan dengan listrik atau api, termasuk internet.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk simbolis melawan hawa nafsu duniawi. 2), Amati Karya adalah berpantang melakukan aktivitas kegiatan atau bekerja dalam bentuk apa pun saat Nyepi berlangsung. Dalam hening, umat Hindu diajak untuk merenung dan introspeksi diri atas segala tindakan kurang baik yang pernah dilakukan. 3). Amati lelungan .Amati Lelungan adalah berpantang untuk bepergian. Hal ini bertujuan agar umat Hindu khusuk beribadah selama satu hari penuh. Umat Hindu akan berdiam diri di rumah dengan bermeditasi bersama keluarga sekaligus evaluasi hubungan dengan Tuhan. 4) Amati lelanguan.

Amati Lelanguan adalah berpantang untuk bersenang-senang saat Nyepi. Umat diajak untuk menghentikan sejenak segala bentuk kesenangan duniawi agar fokus sembahyang. Tidak ada toko, warung, mal, dan tempat hiburan lainnya yang buka selama Nyepi. Bahkan umat Hindu juga berpuasa, tidak makan dan minum selama 24 jam penuh.

Dalam arahanya usai kerama adat melaksanakan persembahyangan bersama di Pantai Celuk Agung Bendesa Adat Ketut Mangku dalam arahanya kepada masyarakat dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi/ catur brata penyepian untuk menjaga keutuhan Umat Hindu dan masyarakat dilarang aktivitas diluar rumah apa lagi bermain dijalan raya,”Saat hari raya Nyepi berlangsung mari bersama –sama berdoa memohon keselamatan kepada tuhan dalam menyambut hari raya suci ini, semoga jagat Bali/Nusantara aman dan tertib,” jelas Ketut Mangku.

Ketut Mangku juga menghimbau terhadap maraknya aksi kriminal seperti pencurian Gambelan Bleganjur yang terjadi di Pura miliknya warga dihimbau berhati-hati menyimpan barang berharga ,”Kami mohon kepada masyarakat dalam menyimpan perangkat Gambelan di Pura mohon berhati-hati sudah terjadi pencurian kemarin sebisa mungkin dijaga dan tingkatkan kesadaran menjaga lingkungan masing-masing demi amanya Desa Anturan yang kita cintai,”papar Ketut Mangku

Sementara perayaan Ogoh-ogoh akan diselenggarakan tepat pada pecaruan di catus pata desa Anturan, seleuruh komponen yang sudah membentuk kelompok masyarakat akan membawa iring-iringan bentuk sang bhuta kala sebagai mahluk mistik besar yang amat mengerikan. denawa, pisaca, yang dapat menghasut seseorang berbuat asubha karma yang tidak dan saat itu diberikan hadiah agar tidak masyarakat dalam melaksanakan catur brata penyepian.

(Mer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *