CirebonDaerah

Pemkot Cirebon 2022 Gencarkan Even Budaya dan Pariwisata, Agar Identitas dan Rasa Cirebonnya Muncul Kembali

×

Pemkot Cirebon 2022 Gencarkan Even Budaya dan Pariwisata, Agar Identitas dan Rasa Cirebonnya Muncul Kembali

Share this article

RadarBuana.com | Cirebon — Pemerintah Kota Cirebon, mengagendakan sejumlah event dan program kebudayaan dan pariwisata yang akan diselenggarakan dalam tahun 2022.

“Pemerintah Kota Cirebon melakukan upaya ekstra di tahun 2022 untuk meningkatkan sektor wisatanya setelah terpuruk selama pandemi. Pada awal tahun 2022 ini,” Ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon melalui Kabid. Pariwisata, Hanry David diruang kerjanya pada Radarbuana.com, Kamis (10/02/2022).

Terdapat sejumlah even dan program yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Cirebon selama 2022 dengan tetap menjaga prokes ketat. Seperti, even pasang giri jaka rara, program penguatan pelaku usaha dengan melanjutkan sertifikat CHSE, even pameran travel mart atau table top, identitas cirebon melalui ikat kepala dan kain khas cirebon, serta masih banyak lainnya.

“Salah satunya dalam waktu dekat ini menggelar even Pasangiri Jaka Rara, sebagai potensi pemuda pemudi kita yang berbakat kebudayaan menjadi even pariwisata. Alhamdulilah pendekatan ini membawa hasil pada anak-anak tersebut, membawa bekal keahlian,” ujar David.

David menambahkan, pada tahun 2022 program travel mart belum bisa dibiayai. Para pelaku usaha dalam progran ini akan ada saling kunjungan. Dalam satu kali kegiatan membutuhkan anggaran 200 – 300 juta. “Namun anggaran tersebut akan kembali dengan sendirinya, karena nanti akan ada spending money dari kunjungan balik tersebut,” ujarnya.

Kemudian, David menyampaikan “Pada tahun 2021 kunjungan wisatawan Kota Cirebon mencapai 3,6 juta kunjungan dan pada tahun 2022 diharapkan mencapai target 4 juta. Semoga pandemi Covid-19 varian Omicron melandai”.

David juga berharap dan jadi prioritas adalah “Menyatukan gerak langkah dengan Kabupaten Cirebon. Saat berbicara Cirebon kita tidak bicara hanya ada kota dan kabupaten. Namun kita bergandengan bersama komunitas wilayah 3. Dimana data komunitas 3 adalah terbesar kedua dari sisi parawisata. Terkait dengan jumlah wisatawan yang kita kelola. Jadi bukan wisatawan domestik akan tetapi wisatawan lokal. Peringkat pertama DKI Jakarta, kedua wilayah 3, ketiga Bandung dan keempat, Jawa Tengah. Artinya berdasarkan data tersebut, bahwa Kota / Kabupaten bahkan wilayah 3 harus menjadi satu wilayah wisata cirebon raya nantinya,” harapnya.

“Tidak terlepas dari itu ada spot utama yaitu wisata gua sunyaragi agar diterapkan manajemen yang open minded (berpikiran terbuka-red). Dalam arti memberikan keterbukaan seluas-luasnya. Seluruh program tayangan (pagelaran seni-red) dapat ditampilkan disana secara rutin dan berkala. Ini yang menjadi target kita diawal tahun terjadi perubahan,” tegasnya.

Masih menurut Kabid. Parawisata, adapun dari sisi kebudayaan penguatan kita mempunyai PR untuk menerjemahkan Great Secret of Cirebon terkait juga dengan semua SKPD, bagaimanapun menerjemahkan kebesaran rahasia kisah cirebon yang maju dimasa itu. Contoh kecil dalam pembuatan gapura RW ada kesetaraan dan mempunyai nilai identitas cirebon, karena selama ini gapura yang terbangun berupa beton lurus biasa,” ungkapnya.

Diakhir perbincangan Kabid Parawisata, Hanry David menyampaikan bagi para pelaku usaha parawisata, nanti apabila kita mendapatkan tambahan anggaran kita alokasikan untuk melengkapi identitas-identitas seperti ikat kepala dan kain bermotif khas cirebon. Kita gunakan setiap awal bulan untuk pegawai atau PNS dilingkungan pemkot. Namun untuk di hotel-hotel, resto-resto atau cafe digunakan setiap akhir minggu.

Menyapa tamu yang datang diusahakan menggunakan bahasa cirebonan dimunculkan. Dan kalo bicara parawisata di cirebon yang harus digaris bawahi adalah rasa cirebonnya dimana ? Itu yang kita kehilangan disitu … Kita merasa sangat-sangat kurang.

“Untuk itu kita mengajak teman-teman SKPD dan Legislator jangan hanya mendorong kebijakan-kebijakan yang bersifat Fisik saja, melainkan juga yang bersifat Non Fisik. Kami mempunyai keyakinan anggaran yang dipergunakan untuk kebudayaan dan pariwisata akan kembali bahkan akan menambah PAD Pemkot Cirebon,” Ungkapnya.

“Budpar sebagai ujung tombak dalam kaitan visi misi 2018-2023 sebagai kota kreatif, budaya dan parawisata. Kita perlu adanya penguatan dan harus dibenahi, suapaya rasa cirebonnya muncul kembali,” Pungkas Hanry David.

Rio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *