HukumJabodetabek

Analisis Hukum Deolipa Yumara Dibalik Penolakan Rekaman Suap dalam Sidang Nikita Mirzani 

×

Analisis Hukum Deolipa Yumara Dibalik Penolakan Rekaman Suap dalam Sidang Nikita Mirzani 

Share this article
Oplus_16908288

Radarbuana | Jakarta– Permintaan Nikita Mirzani untuk memutar rekaman yang diduga berisi suap di ruang sidang berakhir dengan penolakan tegas dari majelis hakim. Praktisi hukum Deolipa Yumara membedah keputusan tersebut, tidak hanya dari sudut pandang prosedur, tetapi juga dari prinsip fundamental yang menjaga integritas peradilan.

Deolipa berpendapat keputusan majelis hakim yang dipimpin oleh Khairul Soleh bukanlah bentuk penolakan atas kebenaran, melainkan sebuah penegasan terhadap aturan main dalam proses hukum. Masalah utamanya ada pada relevansi bukti.

“Dalam hukum, kita tidak bisa mencampuradukkan perkara. Perkara yang sedang diadili di sini adalah dugaan pemerasan dan TPPU. Rekaman yang berisi dugaan suap adalah pidana lain, dan itu harus diselesaikan melalui jalur yang berbeda,” jelas Deolipa.

Ia menegaskan, peran hakim adalah sebagai “wasit” yang memastikan jalannya persidangan sesuai dengan aturan yang berlaku. Membiarkan rekaman suap diputar akan melanggar koridor hukum dan berpotensi mengubah alur persidangan menjadi tidak terarah.

Memahami Peran Hakim sebagai Penjaga Koridor Hukum

Deolipa memandang peran majelis hakim dalam kasus ini sangat krusial. Mereka bukan hanya mendengar bukti, tetapi juga menyeleksinya agar sesuai dengan pokok perkara.
* Fokus Persidangan: Mengizinkan bukti yang tidak relevan dapat mengaburkan fokus persidangan, mempersulit hakim dalam mengambil keputusan yang adil, dan berpotensi merugikan semua pihak.
* Pemisahan Kasus: Prinsip ini menjamin bahwa setiap dugaan tindak pidana, dari suap hingga pemerasan, mendapatkan proses hukumnya sendiri secara menyeluruh dan terpisah. Ini mencegah ‘perang bukti’ yang tidak terkait dan menjaga keadilan.
* Prosedur yang Benar: Hakim telah memberikan arahan yang tepat kepada Nikita Mirzani dan tim hukumnya, yaitu melaporkan dugaan suap tersebut ke kepolisian. Langkah ini adalah satu-satunya jalur yang benar secara hukum untuk memproses dugaan pidana lain.

Menurut Deolipa keputusan hakim, meskipun mungkin terasa berat bagi terdakwa, adalah sebuah langkah yang sangat tepat. Hal itu menunjukkan bahwa pengadilan tetap konsisten pada prinsip-prinsip hukum, memastikan proses peradilan berjalan dengan tertib dan adil bagi semua pihak.

(Reporter: igo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *