RadarBuana.com | Gowa — Sejak terjadinya bencana longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Rabu (16/11/2022) lalu. Seluruh pihak telah melakukan sejumlah langkah dan upaya dalam penanganannya.
Baik dalam mengevakuasi korban, hingga membuka akses jalan yang tertutup atau lumpuh akibat longsor. Berdasarkan data yang ada hingga saat ini tercatat 6 (enam) korban jiwa, 1 orang hilang, dan sebanyak 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
“Sejak terjadi bencana Pemerintah Kabupaten Gowa bersama seluruh elemen yang ada. Baik dari BPBD Gowa, perangkat kecamatan setempat, Korps Brimob Polda Sulsel, Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, PMI, dan tim SAR lainnya terus bekerja keras memastikan penanganannya berjalan maksimal tanpa kendala,” katanya, Jumat (18/11).

Ia mengungkapkan, saat ini penanganan bencana longsor di Kecamatan Parangloe dihentikan sementara. Hal ini disebabkan karena hujan dengan intensitas tinggi di lokasi bencana. Sehingga, kondisi tanah yang masih labil di lokasi, memaksa tim untuk sementara menghentikan pencarian korban jiwa dan pembersihan sisa-sisa longsor.
“Alat-alat berat di lokasi juga untuk sementara dipindahkan ke lokasi yang aman,” ujarnya.
Olehnya pencarian kepada satu korban yang dinyatakan masih hilang akan kembali dicari jika kondisi di lokasi sudah memungkinkan. Adnan juga meminta agar seluruh masyarakat mendoakan agar korban longsor yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan.
“Saya berharap kita semua warga Gowa berhati-hati dan saling menjaga keselamatan terutama menghadapi musim cuaca yang ekstrim ini. Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tetap hati-hati. Utamakan keselamatan dan kesehatan,” pesannya.
Ia pun menyampaikan duka cita mendalam akibat bencana yang bukan hanya menyebabkan korban jiwa, tetap juga menyebabkan kerugian materi.
“Mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Gowa, saya menghaturkan rasa duka cita yang mendalam bagi seluruh keluarga korban bencana longsor di Kecamatan Parangloe,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Iksan Parawansah mengatakan bahwa seluruh komponen telah diturunkan untuk penanganan bencana ini.
“Tim gabungan tetap stand by untuk penanganan longsor. Dari Dinsos Gowa juga sudah diturunkan membangun dapur umum untuk membantu para korban,” terangnya.
Lanjut Iksan, dalam kondisi yang cukup ekstrim ini dihimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati serta untuk sementara menghentikan aktivitas di sekitar aliran Sungai Jeneberang.
“Kita doakan bersama semoga korban cepat ditemukan dan cuaca ekstrim ini dapat segera berakhir,” pungkasnya.
(*/Kartia)
Related posts:

Diakhir Masa Jabatan, Kapolsek Tompobulu Maros Ambil Apel Terakhir

Institut Teknologi Del Buktikan Manfaat Artificial Intelligence (AI) untuk Pendidikan & Masyarakat

Ditreskrimum Polda Lampung Tetapkan 2 Oknum ASN Jadi Tersangka Tindak Kejahatan TPPO

Vaksinasi Covid-19 Tahap II Untuk Pelayanan Publik di Lambar

Polres Maros Salurkan Bantuan Beras Polri Ke Masyarakat Terdampak Covid 19

Polda Sulsel Gelar Jumat Curphat Di Gowa Terima Keluhan Warga Soal Balap Liar

Resahkan Warga, Puluhan Remaja Genk Motor Diamankan Polisi

Himbauan Prokes PPKM Level 4 Himbau Bhabin Jatimerta Polsek Gunung Jati Polres Ciko dengan Binmas ”...

Tim Siber Ditreskrimsus Polda Bali Bekuk TS Kasus Krypto







