DKI Jakarta

Dawis RT. 007/07 Lubang Buaya, Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

×

Dawis RT. 007/07 Lubang Buaya, Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

Share this article

RadarBuana.com | Jakarta – Fatty acid methyl ester (FAME) atau yang lazim dikenal sebagai biodiesel, belakangan ini ramai digunakan sebagai alternatif bahan bakar energi fosil. Kelapa sawit menjadi komoditas utama yang digunakan banyak pihak untuk memproduksi biodiesel.

Ternyata bukan hanya kelapa sawit, biodiesel juga bisa dihasilkan dari minyak hewani, minyak nabati, bahkan minyak goreng bekas. Menilik potensinya, produk turunan minyak sawit yaitu minyak goreng sawit bekas atau yang lebih dikenal dengan minyak jelantah pun menjadi salah satu opsi bisnis menjanjikan di masa depan.

Oleh karenanya, Dasa Wisma (Dawis) Rt. 007 Rw. 07 Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang beranggotakan enam Ibu Rumah Tangga (IRT) diantaranya, Lia Budiarti (40), Maryati (45), Astuti (44), Efi Setia (44), Tri Wijayatmi (47) dan Rina Susanti (38), sejak tahun 2019 lalu sudah mulai mengumpulkan Minyak Jelantah (Mijel) menjadi Biodiesel.

“Mijel dikumpulkan oleh kami (Kader Dawis) dari setiap rumah warga Rt. 007/07, dari pada jadi limbah di solokan ya, lebih baik kita kumpulkan, nantinya dana hasil dari pengumpulan Mijel ini, kita masukin ke dana sosial yang ada di Rt. 007,” ujar Lia Budiarti kader Dawis kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Sambungnya, untuk pengumpulan mijel ini atas gagasan dari Yayasan Mediacare yang ada di kelurahan Lubang Buaya.

“Sebelum dibawa ke yayasan, ditampung terlebih dulu di Rw. 07 nanti diambil kemudian diolah menjadi Biodiesel, ‘non pangan’ oleh Yayasan tersebut,” jelas Lia.

Lia Budiarti mengaku, kalau dirinya sudah sejak tahun 2019 menjadi kader dawis.

Untuk kegiatannya selama masa pandemi Covid-19 ini, kita adakan vaksin, memantau yang Isolasi Mandiri (Isoman), ya selama pandemi ini banyak mendata setiap minggunya.

Bicara soal bantuan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang.

“Saya mewakili warga kepinginnya sih ditambah lagi bantuannya jangan cukup 2 bulan kemarin aja, kita kan tau ya disini kena dampak semua, pedagang maupun yang lain, termasuk suami saya sendiri aja sudah tidak bekerja selama 2 tahun terdampak, dipecat engga, di PHK engga digantung, di PHPin doang,” sebut Lia.

Mudah-mudahan semua, terutama di lingkungan Rt. 007 Rw. 07 Kelurahan Lubang Buaya bisa terbebas dari Covid-19, jangan ada lagi yang terpapar, sehat semuanya, terus prokesnya di jalankan, tutup Lia Budiarti

Fahmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *