DaerahSulawesi Selatan

Dinas Sosial Kabupaten Maros Datangi Warga yang Tertunda Terbit Undangan BST Tahap 8

×

Dinas Sosial Kabupaten Maros Datangi Warga yang Tertunda Terbit Undangan BST Tahap 8

Share this article

Maros, RadarBuana.com— Petugass Dinas Sosial Kabupaten Maros kerumah Haluddin warga Desa Bonto Matenne kecamatan Mandai Kabupaten Maros.

Kedatangan pihak Dinas Sosial Maros kerumah Haluddin, terkait adanya informasi kalau undangan Warga Bonto Matenne ini tidak menerima lagi undangan pencairan BST tahap delapan.

Tim Dinas Sosial Maros dipimpin oleh Muh.Hatta Kabid perlindungan jaminan sosial ( Linjamsos ) barsama Darwis.

Kabid Linjamsos mengatakan, pihak nya langsung turun kerumah Haluddin ini karena adanya laporan kalau dia ini tidak menerima undangan pencairan BST tahap ke Delapan ini, padahal dua tahap sebelumnya mereka ini menerima.

Penyaluran BST tahap Delapan ini, lanjut Hatta, memang ada sedikit kesalahan tekhnis, sehingga ada beberapa warga yang terpenting undangannya, bahkan ada satu desa terlambat muncul undangannya, yaitu Desa Bonto Matenne kecamatan Marusu.

Titik permasalahnya disini, kata Hatta,dengan adanya dua nama desa yang sama, yaitu desa Bonto Matenne kecamatan Marusu dan desa Bonto Matenne kecamatan Mandai.

“Jadi undangan Haluddin Dangan satu warga lagi terukur di data Desa Bonto Matenne kecamatan Marusu, setelah kami melakukan penulusuran ternyata undangannya Haluddin ada bersama undangan warga desa Bonto Matenne kecamatan Marusu, Jelas Hatta.

Dijelaskan juga Hatta, kalau dari pihak dinas Sosial Maros sama sekali tidak ada niat untuk menghilangkan data warga, cuman ini adalah kesalahan tekhnis.

“Ini kami datang langsung kerumah Haluddin untuk menjelaskan duduk permasalahannya kenapa terlambat tiba undangannya, karena kami tunggu untuk datang ke posko dia tidak datang jadi kami yang datangi rumahnya menyerahkan lansung undangannya, ” ujarnya.

Hatta juga menjelaskan adanya beberapa warga yang tidak terbit lagi undangan BST nya, disebabkan terdeteksi oleh sistem kalau yang bersangkutan termasuk penerima ganda, seperti sudah terdaftar sebagi penerima program PKH, bantuan pangan non tunai.

“Pasti sistem pendataan akan mendeteksi semua itu, tapi kalau tidak ditemukan ganda, pasti namanya tetap ada, tidak mudah menghapus namanya peserta itu,” pungkas Hatta.

Sementara Haluddin sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial Maros, atas kepeduliannya, dia sebenarnya heran kenapa undangan pencairan BST nya tiba-tiba tidak muncul, sementara warga lainnya yang sudah terdata semua dapat.

“Beberapa hari ini memang kami sekeluarga sedikit kecewa, karena kanapa tiba-tiba nama saya tidak ada lagi bersama warga lainnya, tapi hari ini pihak Dinas Sosial kerumah kami menjelaskan duduk permasalahannya, kami sudah legah,” ujar Haluddin. Herman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *