RadarBuana.com | Maros — Akibat cuaca buruk melanda kabupaten Maros beberapa hari terakhir ini, khususnya di daerah pengunungan.
Hujan disertai angin kencang membuat rentan terjadi bencana, seperti yang terjadi di kawasa obyek wisata alam hutan Pinus kampung Tala-Talab yang berada di desa Bonto Manai kecamatan Tompobulu kabupaten Maros, Sabtu ( 29/1/2021).
Akibat angin kencang melanda kawasan tersebut, satu pelajar asal SMK SMTI Makassar, meregang nyawa setelah tertimpa pohon Pinus. Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Dan satu dari pembina juga juga meninggal.
Para pelajar dari Makassar ini, sedan melakukan kegiatan ekstrakurikuler, program kerja Paskibraka untuk penerimaan anggota baru angkatan Vll,Vlll dan lX.
Kapolsek Tompobulu AKP Sunardi. SH, MH mengatakan, kejadian tersebut akibat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan obyek wisata tersebut, dua pohon Pinus tumbang menimpa salah satu tenda pelajar yang sedang berkemah.
Akibatnya, kata Kapolsek salah satu peserta kegiatan atas nama Dekris Cristian Patinggi 19 tahun warga Makassar, meninggal ditempat, mengalami luka dalam akibat tertimpa pohon di bagian perut.
Satu lagi meninggal meninggal di puskesmas atas nama Ahmad Apriansyah alias Anca, umur 16 tahun, kelamin laki-laki, pekerjaan pelajar klas 1, alamat Perumnas Sudiang Makassar
Mengalami Luka dalam yang mengeluarkan darah pada mulut yang rencananya dirujuk namun tidak bisa tertolong dan meninggal dunia di Puskesmas Tompobulu.
“Semua korban, baik yang meningga di TKP maupun yang luka-luka kami evakuasi mengunakan mobil dinas Polsek ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis, ” jelas Kapolsek
Dijelaskan juga, selain dua orang tersebut dinyatakan meninggal, ada beberapa pelaja dan mengalami luka serius, diantaranya, Rausyah alias Ocang, umur 16 tahun, pelajar klas 1, Resky Ramadhini, 18 tahun, perempuan, klas 3, Aswah, 18 tahun, perempuan, pelajar klas 3,
Mengalami luka berat paha patah dan Fadil, umur 19 tahun, kelamin laki-laki, pekerjaan karyawan swasta, alamat Moncongloe Kab Maros.
“Kebayangkan korban, baik yang meninggal maupun yang luka, adalah warga Makassar kecamatan biringkanaiya, hanya satu warga Moncongloe kabupaten Maros. Kini para korban meninggal sudah diserahkan kepihak keluarganya, setela dilakukan visum di puskesmas Tompobulu,” pungkas AKP Sunardi.
Herman.
Related posts:

Camat Mallawa Klarifikasi Soal Warganya yang Positif Virus Corona

Lestarikan Budaya, KUPP Purwakarta Rilis Ratusan Motif Batik Khas Purwakarta

Wakil Bupati Lambar Drs Mad Hasnurin Ikuti Upacara Kesaktian Pancasila Secara Virtual

Gubernur Koster Buka Pasar Gotong Royong Krama Bali, Diharapkan Mampu Menjadi Media Membantu Petani...

Ketua TP PKK Kabupaten Maros Himbau Seluruh Kader PKK dan Posyandu Patuhi Protokol Kesehatan Covid ...

Bunda Baca Dikukuhkan, Sejumlah Tokoh Literasi Dapat Penghargaan

Jelang Hari Raya Idul Adha, Sekda Gowa Bersama TPID Cek Kebutuhan Pokok

KDR Berbagi 50 Paket Sembako di Masjid Ta'mir Taufiqurrahman Seririt Sekaligus Bukber

Kerjasama DP3AKB, BKKBN dan Kodam III/SLW Peringati Harganas ke-XXVII Adakan Pelayanan KB MKJP







