RadarBuana.com | Kota Cirebon – Kegiatan BNN melaksanakan tes urin di SMAN 2 semata-mata untuk mengetahui secara dini dan membuktikan ke masyarakat bahwa SMAN 2 bersih dari narkoba. Kolaborasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Cirebon bekerja sama dengan Pengurus Komite Sekolah SMAN 2 dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon telah menggelar Sosialiasi Bahaya Narkoba dan 432 siswa menjalani tes urin untuk memastikan mereka tidak mengonsumsi narkotika. pada hari Senin, (25/10/2021).
Plt Kepala SMAN 2 Kota Cirebon, Dr H Nendi,S.Pd, M.M mengatakan, pada radarbuana.com, Tes urin itu dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesehatan fisik para siswa. Di samping itu, sebagai langkah deteksi dini penggunaan narkotika siswa-siswi sekolahnya.
“Saya optimis tidak ada anak-anak kita yang berhubungan dengan itu (narkotika-red),” ujar Nendi, Rabu (27/10/2021).
Lebih lanjut Nendi menyampaikan, bahwa hasil dari tes urin yang dilaksanakan oleh BNN tidak ada terdeteksi menggunakan Psikotropika. Dan membuktikan juga bahwa SMAN 2 itu bersih dari dunia narkoba. Serta program ini adalah merupakan program tahunan dari smanda.
Dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang diterapkan Kota Cirebon membuat pihak sekolah membuat aturan baru dalam penerapan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“PTM SMAN 2 dan SMAN 1 adalah dua sekolah yang pertama melakukan masing-masing disini lebih ke orientasi mencegah Covid-19 itu dengan Prokes oleh SMAN 2 lebih ketat. sehingga diawal PTM hanya 16,5 persen untuk SMAN 2 kalau SMAN 1 langsung 50 persen. Ada pertimbangan lain agar tidak bentrok jadwal, semata-mata pada kualitas pembelajaran,” kata H. Nendi.
Masih menurut H. Nendi, Namun saat ini pada minggu ke-3 SMAN 2 sudah 50 persen menerapkan PTM. Dalam perjalanannya di dua sekolah tidak terjadi cluster sekolah dan aman-aman saja. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa PTM 100 persen,” ujarnya.
“Secara khusus SMAN 1 dan SMAN 2 sudah menambah jam karena tuntutan dari orang tua siswa plus tuntutan dari guru-guru SMAN 2 dan SMAN 1 yang haus dalam mengajar karena sudah lama tidak mengajar tatap muka. Untuk itu saya mengambil langkah karena secara Prokes Covid-19 sudah bagus sekarang siswa pulang jam 14.00 Wib. Evaluasi hari pertama hari kedua kemarin, para siswa senang dengan pembelajaran tatap muka yang waktunya ditambah, walaupun belum maksimal dilakukan sampai jam 15.30 Wib dan ini belum dilakukan oleh sekolah lain,” ungkap H. Nendi.
Didampingi Kasubag TU, Ady Cahyanto,SAP Plt Kepala SMAN 2 Dr. H. Nendi, S.Pd, M.M mengatakan, PTM dimulai jam 06.45 sampai jam 14.00 Wib, dengan jam istirahat dua kali. Istirahat pertama 15 menit tidak boleh keluar dan makan minum dari bekal yang dibawa dari rumah. Istirahat kedua menjelang shalat dhuhur dengan menerapkan Prokes yang ketat.
“Diakhir perbicangan dengan radarbuana.com Dr. H. Nendi,S.Pd, M.M plt Kepala SMAN 2 Kota Cirebon berharap tidak ada cluster sekolah, pembelajaran lebih maksimal siswa-siswi bisa menangkap materi yang diberikan bapak/ ibu guru, terutama siap dalam menghadapi UNBK, SMPTN, menghadapi UTBK serta SMAN 1 dan SMAN 2 bisa mengantarkan siswa-siswi masuk ke perguruan tinggi sesuai harapan siswa dan orang tua,” paparnya.
Rio
Related posts:

Diduga Tebang Pilih Terkait Bantuan Warga Berharap Perhatian Pemerintah

Sinergitas TNI-Polri, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sambangi Warga Binaannya

PT. KAI Daop 3 Cirebon Salurkan TJSL Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Stasiun Ketanggun...

Berikan Kemudahan, Polsek Talaga Bersama Puskesmas Lakukan Vaksinasi secara Door to Door

Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan Disahkan Jadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel Periode 2021-...

Aktivitas Tambang Haji Isam di Pulau Kei Besar Dikecam, Tokoh Masyarakat Haji.Djamal Beri Teguran K...

Korban Penyerobotan Tanah di Harapan Indah Melapor ke Polda Metro Jaya

Buka FORKAB Cirebon 2024, Pj.Bupati Ajak Masyarakat Olahraga Rutin

Tengah Pandemi Covid-19 dengan Bansos Beras Kepada Warga







