Jakarta, RadarBuana.com – Meski modus pelaku ganjal kartu ATM dan mencuri PIN kartu ATM bukan hal baru terjadi di Indonesia khususnya DKI Jakarta. Dan kerap pelakunya ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan jajarannya, tetap saja modus ini terus terjadi dan memakan korban.
Untuk itu Kanit V Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKP Rulian Syauri menghimbau untuk masyarakat yang ingin menarik uang menggunakan mesin ATM harus bisa mengetahui mesin itu sudah dimasukan tusuk gigi atau sejenisnya.
Karena secara kasat mata terkadang tidak sadar dengan Mesin ATM yang sudah dikasih tusuk gigi. Maka jangan terburu-buru cermati hal aneh pada ATM tersebut, Jika curiga dan ragu jangan lakukan transaksi.
“Perbedaannya itu ketika kita masukan kartu pasti itu seret atau rada macet. Karena kalau mesin normal itu dia narik kartu dan kalau sudah ada tusuk gigi atau sejenisnya dia pasti perlu didorong dulu,” terangnya.
Ia pun mengingatkan kepada masyarakat jika sudah merasakan hal ini untuk tidak melanjutkan transaksi. Sebab, biasanya di sana sudah ada pelaku yang menunggu untuk pura-pura membantu.
Cara Hindari Pelaku Ganjal ATM
Mantan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat ini melanjutkan, ada beberapa Tips untuk hindari uang di dalam kartu ATM dikuras habis oleh pelaku Ganjal ATM.
Pertama, jika mendapati kartu ATM terganjal, jangan mudah percaya kepada orang disekeliling atau disekitar ruang ATM. Sebab, bisa saja orang yang membantu itu adalah pelaku kejahatan.
“Karena memang modus mereka seperti itu berpura-pura membantu,” terangnya.
Kedua, sebisa mungkin merahasiakan pin kartu ATM jangan sampai pelaku melihat atau mengetahui PIN. Pasalnya, ketika pelaku membantu otomatis dia akan menyuruh korban untuk memasukan PIN.
“Disitulah lah pelaku menghafal PIN kartu ATM korban,” ungkapnya.
Kerahasiaan PIN kartu ATM adalah kunci pencegahan pengurasan uang di dalam kartu ATM. Meski pelaku menguasai kartu ATM, jika tidak mengetahui PIN ATM maka tidak akan terjadi pengurasan uang.
“Kalau pun terpaksa bertanya kepada orang lain di sekitar, tapi harus tetap menjaga kerahasian PIN,” kata Rulian.
Bank Harus Aktifkan CCTV
Para pelaku Ganjal ATM selalu mulus melancarkan aksi kejahatannya setelah mendapatkan kode atau PIN kartu ATM para korban. Hal ini lah yang membuat para pelaku menguras habis uang korbannya.
Setelah terjadi ganjak ATM, korban selalu melaporkan kejadian ke Polisi dan Rulian tak menampik ada beberapa TKP yang pernah ditanganinya selaku minim CCTV.
Padahal, Adanya CCTV sangat membantu aparat kepolisian apabil korban melaporkan kejadian tersebut.
“Vendor CCTV harus mengecek tuh lokasi. Harusnya optimalkan CCTV kalau gak aktif ya diaktifkan. Karena ada beberapa TKP itu CCTV nya mati,” tandasnya.
*/Red
Related posts:

Irwasda Polda Sulsel Serahkan Paket Sembako ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Warga Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Sambut Baik Pengadaan Mobil Layanan Kesehatan

Dijanjikan Cuan, Berujung Tersangka: Wellya dan Nurul Gugat Balik Tikbyte

Amir Kadir: Dugaan Penyalugunaan Dana Desa Tupabbiring, Kejaksaan Harus Tegas

Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto Jadi Sorotan, Mulai dari Anggaran Rp6 Miliar hingga Pemeriksaan Kasu...

PMI Lakukan Penyemprotan Massal di 5 Titik Wilayah Kelurahan di Jakbar

Pemberlakukan Ganjil Genap Belum Diberlakukan Hari ini

IPW Desak Usut Tuntas Kasus Penembakan 3 Polisi di Lampung

H.Ajiep Padindang Anggota MPR/DPD RI Lakukan Sosialisasi Empat Pilar di Kabupaten Maros






