RadarBuana.com | Jakarta – Polda Metro Jaya resmi menetapkan Ipda OS sebagai tersangka kasus penembakan yang terjadi pada Jumat (26/11/2021) lalu, di Exit Tol Bintaro, Jakarta selatan.
“Hari ini sudah diputuskan hasil gelar perkara. Penyidik menetapkan atau menaikkan status Ipda OS sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan kepada wartawan, di Depan Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021) sore.
Menurut Kabid Humas, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan melangsungkan gelar perkara, pada Senin 6 Desember kemarin.
“Gelar perkara itu, dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Untuk Pasal yang dijerat, pasalnya adalah 351 dan atau 359 KUHP. Ancaman hukumannya 7 tahun,” pungkasnya.
Sebelumnya disampaikan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Ipda OS menembak dua orang, yakni PP dan MA, di depan Gedung PJR IV di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2021) malam.
Kedua korban mengalami luka tembak dan langsung dibawa ke rumah sakit. Satu orang berinisial PP meninggal dunia setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penembakan itu berawal dari adanya laporan warga yang mengaku dibuntuti sejumlah orang tak dikenal di jalan tol.
Warga berinisial O itu merasa diikuti oleh mobil korban sejak berangkat dari salah satu hotel di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, saat ini peristiwa dilatarbelakangi laporan warga yang merasa dirinya terancam,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Setelah warga itu melapor ke Ipda OS, Ipda OS mengarahkannya masuk ke wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk pengamanan.
Warga pelapor itu diminta menepi di depan kantor PJR Jaya IV di Pesanggrahan. Di lokasi tersebut, kata Tubagus, terjadi keributan antara Ipda OS dengan kedua korban berinisial PP dan MA yang berujung pada penembakan.
“Keterangan saksi terjadi peristiwa ribut di situ dan mendengar dua tembakan oleh yang mengakui polisi. Dari keterangan saksi (pelaku) mau ditabrak,” jelas Tubagus.
*/Tom
Related posts:

Kegiatan Wawasan Keagamaan Islam Digelar Pemkot Jakut Secara Virtual

Operasi Yustisi di Krendang Tambora Jakarta Barat Masih Temukan Pelanggar Prokes

Kapolda Metro Jaya Tinjau Gedung Balai Forum Wartawan Polri (FWP) Sedang Renovasi

Mengenal Lebih Dekat Sosok Perwira Polri Anggaito Hadi Prabowo yang Berjiwa Sosial Tinggi

Terkait Pencemaran Nama Baik, Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar ke Polisi

Ditengah Kondisi Wabah Covid-19, Polda Metro Jaya Larang Buruh Lakukan Aksi Memperingati May Day 3...

Terungkap 4 Paket Sabu Ada di Ruang Kerja Kapolsek Kebayoran Baru

Wakapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Pelantikan 471 Bintara Polri tahun 2022 di SPN Lido

Bisa Diupload Aplikasi Asal Malaysia QalbyAPP intuk Muslim Milenial Telah Hadir di Indonesia






