RadarBuana.com | Jakarta –Praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan bantuan calo masih marak terjadi di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat.
Ironisnya, keberadaan para calo tersebut disinyalir dilindungi dan kerjasama dengan petugas Satpas.
Terkait hal itu, Ketua Presidium ITW Edison Siahaan, meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil, mengusut dan menindak hal tersebut.
“Calo dan pungli itu sangat membebani Masyarakat. Untuk itu, Kapolda Metro Jaya harus segera turun tangan membersihkan percaloan di Satpas SIM,” kata Ketua ITW Edison Siahaan kepada Radarbuana.com, Rabu (9/3).
Selain itu, ITW juga meminta Kapolda Metro Jaya mengevaluasi kinerja Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya.
” Kalau benar ada calo, Kapolda juga harus segara mengganti pimpinan Satpas SiM,” kata Edison.
Seperti diberitakan sebelumnya,
praktik pembuatan SIM dengan bantuan calo masih marak terjadi di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat. Dilemanya, ketika jasa calo ditolak maka pemohon SIM akan dihadapkan dengan sulitnya saat mengurus SIM secara langsung. Terbukti masih banyak pemohon SIM yang kecewa saat mengurus sendiri. Istilahnya bukan dipermudah, malah semakin dipersulit apabila mengurusnya langsung.
“Kalau mengurus sendiri kita tak Bakalan lulus mas, bisa bisa kita dua sampai tiga kali ulang. Kita ujian teori pun seperti sengaja dikalahkan,” ungkap Tartono, saat ditemui di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat, belum lama ini.
Menurutnya, untuk mendapatkan SIM A, dia harus mengeluarkan uang Rp 800 ribu.
“Lewat calo memang mahal mas, tapi kita pasti dapat SIM. Lain kalau kita ngurus sendiri, jangan harap lulus” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Ham, warga Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Untuk mendapatkan SIM B-1 Umum, pria ini harus mengeluarkan uang sebesar Rp1,4 juta dari kantongnya, lewat jasa calo.
“Ya, saya terpaksa harus bayar mahal, karena saya butuh SIM untuk bekerja. Salah satunya ialah lewat calo, dengan membayar Rp1,4 juta. Dan itu prosesnya langsung jadi, tanpa berbelit belit lagi. Jadi, semua prosedur yang kita ikuti, seperti ujian teori, praktek, dan tes kesehatan, hanyalah sebuah formalitas saja,” ujar Ham, saat ia mengurus SIM, di Satpas SIM Daan Mogot, belum lama ini.
Dari pengakuan pria ini, ia sudah menemui sebanyak 5 calo dan melakukan tawar menawar untuk pembuatan SIM B1 Umum. Para calo ini, katanya ada yang menawarkan harga Rp2 juta, Rp1,8 juta, hingga yang paling rendah Rp1,4 juta.
“Terang saja, saya memilih yang paling murah. Dan selesai pada hari ini juga,” ucap Ham.
Ham juga menambahkan, kalau mengurus SIM tanpa ada yang membawa (calo), atau orang dalam jangan berharap bisa lulus dan pulang langsung bawa SIM.
“Makanya saya terpaksa lewat calo, yang penting lulus dan bisa memperoleh SIM. Dari pada bolak balik di suruh pulang, kemudin disuruh datang lagi. Capek bang,” ungkap Ham.
Red
Related posts:

Wagub Ariza Tinjau Kesiapan Fungsi Pompa Dalam Pengendalian Banjir

Polresta Tangerang Cepat Amankan Pelaku Kekerasan Pada Anak Diapresiasi LPAI

Pencurian Handphone Kerap Beraksi di Wilayah Jakbar Diringkus Reskrim Polsek Tambora

Pencegahan Penyebaran Covid 19, Pol PP Jakbat Giat Pendisplinan dan Penegakan Hukum Prokes di Gedu...

Terapkan Prokes, Polsek Tanjung Duren dan Tiga Pilar Edukasi Kerumunan Orang dan Ojol

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Kamal Beserta ASN Kelurahan Kembali Sosialisasikan Pergub 33 ...

Kapolri Minta Aplikasi PeduliLindungi Dipasang di Semua Lokasi Pusat Aktivitas Warga

Surya Fajar Wisata (SFW) Tour dan Travel Umroh Resmi Dibuka

Komnas HAM Belum Dapat Memberikan Kesimpulan Apapun Terkait Peristiwa Penembakan






