Jakarta, RadarBuana.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Barat bekerja sama dengan Sudin Kesehatan Jakbar, Dishub Terminal Kalideres dan Polsek Kalideres mengadakan Rapid Test Antigen di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat. Selasa, (16/02/2021).
Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat, Kornelius Naibaho mengatakan, dirinya mewajibkan pengurus dan anggota PWI Jakbar mengikuti Rapid Test Antigen. Sebab menurutnya awak media punya peranan penting dalam mensosialisasikan protokol kesehatan dan kerap bertugas dilapangan yang membuatnya rentan tertular Covid-19.
“Maka itu kita wajibkan pengurus dan anggota PWI Jakbar untuk ikut Rapid Test Antigen, karena penyakit itu kan adanya di individu masing-masing dan guna mencegahnya jadi harus Rapid Test,” ujar Kornel.
Kornel mengingatkan, agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
“Pers juga harus menjadi contoh buat masyarakat kalau kita taat akan protokol kesehatan, maka kita juga harus ikut mensosialisasikannya kepada masyarakat. Gimana kita mau disebut menjadi contoh kalau kita sendiri saja abai dengan prokes,” ujar Kornel.
Sementara Kepala Terminal Bus Kalideres, Revi Zulkarnen menyampaikan terima kasih khususnya kepada PWI Koordinatoriat Jakarta Barat dan Polsek Kalideres serta Puskesmas Kecamatan Kalideres.
“Kegiatan rapid test antigen hari ini diikuti jajaran anggota PWI Koordinatoriat Jakbar, seluruh karyawan, Dishub dan petugas gabungan yang ada di terminal Kalideres serta petugas dari Polsek Kalideres,” kata Revi.
Revi juga berharap kegiatan dan kerjasama ini bisa berlanjut dikemudian hari sehingga kegiatan ini tetap berjalan baik.
“Semoga kegiatan test rapid antigen bermanfaat. Mudah- mudahan semuanya sehat walafiat. Aamin,” sebut Revi.
Disisi lain Revi juga memastikan, bagi para calon penumpang antar pulau antar provinsi (AKAP) yang keluar masuk di terminal Kalideres harus memenuhi persyaratan.
“Bagi penumpang AKAP yang akan melaksanakan perjalanan memang sampai saat ini melakukan rapid test antigen,” terangnya.
Namun pada angkutan libur Imlek 2021, sambungnya, tahun ini sangat berbeda sekali dari tahun sebelumnya, karena saat ini di masa pandemi Covid-19. Jumlah penumpang maupun bus yang berangkat sangat sedikit. Pada hal tahun lalu pada puncaknya penumpang yang berangkat mencapai 2000 penumpang.
“Kemarin saya lihat puncaknya aja hanya 200 penumpang. Jadi sangat jauh sekali dari pada tahun-tahun yang lalu,” pungkas Revi. HS
Related posts:

KSBB, Wagub DKI Jakarta Berikan Paket Sembako di Jaktim

Kabareskrim: Presiden Instruksikan Polri Tak Reaktif Soal Mural 404: Not Found

Polda Metro Jaya Ringkus 16 Tersangka Pengoplos Gas LPG

Kasatgaspus Preemtif Operasi Mantap Brata 2023 -2024 Kunjungi Gereja Katedral Keuskupan Jakarta

GANNAS Minta Presiden Tunjuk Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Warga Sadarkan Disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, Anies Apresiasi Tugu Peringatan Covid-19 di ...

As SDM Irjen Dedi Prasetyo Terima Presisi Award Berkat Keterbukaan Rekrutmen Polri

Sekda Jabar: Peran Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Stunting Sangat Besar

Kasus Tanah Dino Patti Djalal, Menteri Sofyan Djalil: Segera Audit PPAT







