RadarBuana.com | Jakarta – Hasan Ali (28), seorang pemuda kelahiran Medan, kini sekarang seperti orang bingung sekaligus juga linglung. Pasalnya, Laporan yang dibuatnya sebagai korban penganiayaan di Kabupaten Bekasi ke Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin, (7/11) silam, nyaris tak ada entakan proses. Cuma sekali, dan itu juga mentok di entakan pemanggilan dirinya sebagai saksi. Setelah itu, proses seketika adem ayem dan datar hingga sekarang.
Inilah yang jadi musabab Hasan Ali terlihat macam orang bingung dan linglung. Di satu sisi, sebagai korban kasus 351 alias penganiayaan, dirinya harus melawan rasa sakit dari luka-luka yang dideritanya. Sementara di sisi lain, rasa sakit yang dirasakan juga acap dirasa makin sakit karena hati yang pedih melihat terlapor sekaligus pelaku penganiayaan masih bebas berkeliaran.

“Sudah hampir sebulan laporan saya buat. Tapi saya tunggu-tunggu kok, ga ada aksi sama sekali dari penyidik untuk memanggil dan menahan terlapor atas nama Nico Ariyance Ady Saputra yang menganiaya saya,” Hasan Ali berkeluh kesah.
Padahal, dia melanjutkan, dari surat tanda terima laporan jelas disebutkan luka-luka yang dialami akibat penganiayaan. Mulai dari luka robek di kepala bagian kiri dan wajah bagian kanan, juga gigi sebelah kanan ikut patah. Selain luka fisik, Hasan Ali juga mengaku handphone Iphone 13 Pro miliknya turut rusak.

“Saya jadi bingung sekarang. Kalau laporan penganiayaan terhadap saya ke polisi sampai sekarang tak kunjung diproses hukum, saya harus melapor ke mana?” keluhnya lirih.
“Sudah mau sebulan saya laporkan tapi terlapor yang juga pelaku penganiayaan tak diproses tak diamankan.”
“Tolong bantu saya Bapak Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dan Bapak Kasubdit Jatanras AKBP Indrawienny Panjiyoga agar laporan saya bisa diproses tuntas dan terlapornya ditangkap,” sambungnya lagi dengan nada memohon penuh harap.
(“/Tom)
Related posts:

Pihak Yang Sebut Laskar PFI Tak Punya Senjata Api, Polisi Ancam Pidanakan

BNN Jaksel Peringati HANI Tahun 2022 Gandeng Yayasan Mutiara Maharani Adakan Turnamen Futsal

2 Perampok Jalanan Gasak 23 HP di Tambora Diringkus, Satunya Dibedil Kakinya

Berkah Ramadhan AJV Divisi Hiburan Berbagi Takjil Berbuka Puasa

Diduga Pengedar Narkoba, IG Diamankan Polsek Tambora

Franchise WKB, Menciptakan Warteg Berkonsep Modern, Sekaligus Membantu Pebisnis Pemula Merintis Kes...

Mabes Laskar Merah Putih Perjuangan Menyatakan Sikap Menolak RUU HIP

Mesin Pembuat Mie Otomatis, RB S Pro 10 Membuat Mie Sehat Lezat dan Nikmat

Kapolda Metro Resmi Lantik Kombes Pol Roberto Pasaribu sebagai Direktur Reserse Siber Polda Metro







