DKI JakartaKesehatanPendidikan

Membangun Kembali Semangat Belajar: Sinergi Lintas Sektor Gelar Trauma Healing Komprehensif di SMAN 72 Jakarta

×

Membangun Kembali Semangat Belajar: Sinergi Lintas Sektor Gelar Trauma Healing Komprehensif di SMAN 72 Jakarta

Share this article
Program Trauma Healing yang digelar di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 28 November 2025./ft: ist

Radarbuana | Jakarta — Sebuah inisiatif kolaboratif yang kuat antara lembaga kesehatan, legislatif, dan pemerintah daerah terwujud dalam program Trauma Healing yang digelar di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 28 November 2025. Acara ini diprakarsai oleh Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading sebagai respons cepat dan mendalam untuk mendukung pemulihan psikologis peserta didik pasca-insiden yang terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus mengaplikasikan pilar Kesehatan Mental dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kegiatan ini tidak hanya bersifat pengobatan, melainkan upaya preventif dan promotif dalam membangun kembali rasa aman, nyaman, dan iklim belajar yang positif. Tingginya kehadiran tokoh dan pejabat lintas sektor menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menjamin kesejahteraan emosional generasi muda.

Dukungan Penuh dari Pusat hingga Tingkat Kecamatan

​Acara ini dihadiri oleh jajaran lengkap pemangku kebijakan, menandakan bahwa isu kesehatan mental remaja telah menjadi prioritas nasional. Tokoh-tokoh penting yang hadir meliputi:

  • ​Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, yang memiliki fokus pada bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, didampingi oleh istri, Irene Bertina Irawan, menegaskan dukungan legislatif terhadap upaya pemulihan psikososial di tingkat sekolah.
  • ​dr. Ni Made Diah Permata Laksmi, MKM, Ketua Tim Kerja Tata Kelola Puskesmas dari Kementerian Kesehatan RI, membawa pesan bahwa Puskesmas adalah garda terdepan dalam layanan kesehatan mental komunitas.
  • ​Perwakilan Komandan Kodaeral 3 Jakarta, Letkol Laut Khusus Nova Idrianto, ST, hadir menunjukkan dukungan dari unsur TNI dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemulihan.
  • ​Dukungan penuh dari Pemerintah Daerah diwakili oleh dr. Murniasi Hutapea, MPH (Kasudin Kesehatan Jakarta Utara), Camat Kelapa Gading Anita Permata Sari, S.Sos, M.Si, dan Kasudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara.

​Kepala Sekolah SMAN 72, Ibu Tetty Helena, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas sinergi ini. “Kehadiran seluruh pihak ini memberikan kekuatan psikologis yang besar, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru dan tenaga pendidik. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi tantangan pasca-insiden ini,” ujarnya.

Substansi Healing: Cerdas Emosi, Sukses Berinteraksi

​Inti dari kegiatan ini adalah sesi edukatif yang dibawakan oleh narasumber ahli, dr. Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ. Melalui materi bertema “Kesehatan Mental: Cerdas Emosi, Sukses Berinteraksi”, dr. Zulvia menekankan pentingnya Emotional Intelligence sebagai fondasi kesuksesan remaja.

​Sesi tersebut tidak hanya berisi teori, namun melibatkan kegiatan interaktif seperti role-playing, teknik pernapasan untuk meredakan kecemasan, dan sesi berbagi pengalaman yang dijaga kerahasiaannya. Tujuannya adalah memberikan siswa alat praktis (coping mechanism) untuk mengelola stres, mengidentifikasi pemicu emosi negatif, dan membangun komunikasi interpersonal yang sehat di lingkungan sekolah.

Puskesmas sebagai Pusat Advokasi Kesehatan Mental

​Kepala Puskesmas Kelapa Gading, dr. Ika Dewi Subandiyah, M.Epid, menggarisbawahi peran Puskesmas yang melampaui layanan kuratif.

​“Sekolah harus menjadi tempat yang menyehatkan jiwa dan raga bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan Trauma Healing ini, kami menegaskan bahwa program promotif dan preventif kesehatan mental adalah bagian integral dari GERMAS. Kami ingin mengubah stigma bahwa Puskesmas hanya dikunjungi saat sakit. Sebaliknya, kami adalah mitra utama sekolah dalam membangun budaya hidup sehat secara menyeluruh, termasuk kesehatan emosional,” jelas dr. Ika.

​Melalui komitmen kolektif ini, SMAN 72 Jakarta diproyeksikan segera pulih, dengan siswa-siswi yang kembali fokus pada akademik, didukung oleh lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan peduli terhadap kesejahteraan emosional setiap peserta didik. Program ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Jakarta Utara dalam menangani isu kesehatan mental remaja secara komprehensif dan terpadu.

[Igo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *