DKI Jakarta

Masih Dipercaya Warga, Haeroni Ketua RW 013 Klender Berjanji Akan Perbaiki Tembok yang Roboh

×

Masih Dipercaya Warga, Haeroni Ketua RW 013 Klender Berjanji Akan Perbaiki Tembok yang Roboh

Share this article

RadarBuana.com | Jakarat – Haeroni terpilih kembali menjadi ketua RW (Rukun Warga) 013 pada pemilihan calon ketua RW yang di adakan secara terbuka di Sekretariat Balai Warga RW 013, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (23/10/2021) malam.

Saat ditanya awak media prihal keseruan pada malam pemilihan calon ketua RW tersebut, Haeroni ketua RW terpilih didampingi Junaedi selaku penasehat RW mengatakan, pertama-tama memang seru banget, banget-banget seru, mengapa dikatakan seru, serunya ini divisi misinya.

“Boleh dikatakan semua kandidat calon ketua RW, semua mempunyai visi misi yang sama, yakni membangun RW 013. Jadi hal itu memang dalam visi misi itu boleh dikatakan saya sudah menjalankannya dari tahun 2017 lalu. Sudah aman, nyaman tidak ada banjir,” tutur Haeroni usai acara.

Haeroni mengaku kalau ini kali kedua dirinya terpilih menjadi ketua RW 013, boleh dikatakan masih dipercaya oleh warga.

“Saya juga nggak bekerja sendirian didukung RT (Rukun Tetangga), masyarakat dan tokoh agama, ya team work ya. Kalau saya sendiri nggak berjalan Pak, RW mau begini kalau ga ada RT ga ada warga ngga berjalan,” ucapnya.

Di RW 013 ini lanjut Haeroni membawahi 10 RT yakni, RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06, RT 07, RT 08, RT 09 dan RT 010. Program dalam waktu dekat ini, dirinya mengaku masih ada PR yaitu masalah tembok SDN 22.

“Tembok SDN 22 dekat RT 01 itu roboh. Nah itu nanti saya akan koordinasi dengan RT 04 RW 14 lagi itu, karena saya juga udah diajak ikut rapat di Walikota sama ketua RTnya suruh kumpul, tapi ternyata enggak ada, alasannya dananya kemakan Covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya dikatakan Haeroni menunggu lagi nanti, saya ada punya pawang, saya akan bersurat lagi nanti, Pak Joni akan memanggil saya itu masalah RT 01, saya masih punya PR yang lain dan ini pun di RT 07 dan RT 06, itu masih ada temboknya roboh juga. Saya sudah ketemu dengan kepala sekolah, warga, juga Pak Lurah akan tetapi tanggapannya belum ada.

“Mungkin kalau DKI Jakarta kan Roboh dulu baru di perhatikan, mungkin gitu ya. Itulah mangkanya masih punya PR nih saya. Alhamdulillah masih di percaya, nanti saya bekerja sama dengan LMK dengan pak RT yang terkait di sana dengan warganya. Insya Allah saya bila disuruh kemana-mana saya siap, biar warga kita enak dan nyaman, kalau hujan ngeri gitu tembok-temboknya kalau roboh,” kata Haeroni.

Saat ditanya kedepan apakah akan maju sebagai Lurah, Haeroni mengaku kalau dirinya tidak sempat kepikiran sampai kesana.

“Oh nggak sampe situ, saya di sini cuma dari RT sampai RW, awalnya saya itu terpanggil batin saya. Bapak Junaedi sebagai pendukung saya, dulu sebelum jadi ketua RW saya adalah ketua RT 07, kemudian saya ijin kerumah pak Junaedi, ngobrol-ngobrol untuk saya maju jadi Ketua RW 013, itu pada awal tahun 2017 lalu, dan Alhamdulillah saya terpilih,” terang Haeroni.

Junaedi selaku pendukung mengatakan alasannya mensupport Haeroni. Pertama adalah adanya kebutuhan dan pak Haeroni ini juga mempunyai semangat yang tinggi. Saya melihat dia punya semangat yang luar biasa, terus potensinya juga bagus dan ada pengalaman sebagai ketua RT.

“Saya cuma mengarahkan, karena saya punya baground Organisasi saya arahkan beliau, pak begini-begini-begini, setelah didiskusikan ayo maju jadi RW, nah Alhamdulillah bisa berkomunikasi dengan RT RT dan beliau dipercaya pada periode yang lalu dan sekarang,” sebut Junaedi.

Adanya kerjasama yang baik. Jadi bagaimana mengkomunikasikan kebutuhan RT atau kebutuhan warga yang bisa ditangani oleh lurah di sini lah peran pak RW mengkomunikasikan Itu.

“Sehingga kebutuhan warga, yang harusnya menjadi tanggungjawab Lurah itu dapat tersinkronisasi,” kata penasehat RW itu.

Haeroni menambahkan, terkait banjir yang sering melanda wilayah DKI Jakarta.

“Sebelumnya disini juga sempat banjir dengan ketinggian sedengkul orang dewasa, dikarenakan ada sesuatu yang menghalang, ternyata setelah ditelusuri ada kabel di bawah Got. Karena pada waktu itu ga ada yang berani, sampai orang-orang nginep di sini dan Alhamdulillah waktu itu sudah dikeruk selama 1 bulan oleh petugas Sumber Daya Alam (SDA). Jadi sekarang Alhamdulillah disini sudah nggak banjir lagi walaupun hujan besar,” tandasnya.

Fhm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *