Jakarta, RadarBuana.com – Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu hal yang disyukuri oleh Sri Joharini
Istri pensiunan PNS yang kini berusia 73 tahun ini, warga Kota Administrasi Jakarta Barat bersama suaminya selama ini rutin menggunakan Program JKN-KIS untuk berobat di rumah sakit.
“Kami sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak PT Askes berubah menjadi BPJS Kesehatan. Jadi selama ini iuran kami langsung dipotong dari pensiunan yang didapat dari suami saya. Karena kami sering menggunakan program dan memang tidak besar potongannya,” ungkapnya. belum lama ini.
“Kami merasa sama sekali tidak keberatan atas iuran tersebut,” imbuh Sri.
Menurutnya program JKN-KIS adalah program unggul yang murah jika dibandingkan dengan jaminan kesehatan lain. Maka selama ini ia dan suami tidak perlu memikirkan iuran dengan plafon terbatas, karena selama menjadi kebutuhan dasar medis maka itu akan ditanggung oleh Program JKN-KIS.
“Dengan manfaat yang besar dan iuran yang kami bayarkan, kami merasa sangat tertolong dengan adanya Program JKN-KIS ini. Jika tidak ada program ini maka kami yang pensiunan ini akan merasa kesulitan jika harus memanggung biaya berobat kami sendiri. Walaupun anak-anak kami siap membantu, tetap jelas menggunakan Program JKN-KIS ini akan memberikan kami kemudahan dan keringan,” papar Sri.
Karena sakitnya selama ini Sri menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Pelni untuk sakit hypo tiroid. Akan tetapi apabila ia dan suami tinggal beberapa saat di rumah mereka yang di Semarang, ia biasanya berobat rutin di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang.
Bahkan dengan tinggal di dua tempat, Sri mengaku merasa tidak kesulitan dalam menjalani pengobatan, karena prosedur pemanfaatan JKN-KIS dianggapnya mudah dan tidak ribet.
“Suami saya dulu juga pernah dioperasi prostat di Rumah Sakit Karyadi pada bulan Juli 2018. Semua pelayanan baik dari IGD, kamar rawat inap, operasi, obat, dan kontrol ditanggung oleh Program JKN-KIS. Apabila kami harus membayar sendiri, maka tidak terbayang berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk pengobatan tersebut,” ujar Sri dengan rasa syukurnya menjadi peserta JKN-KIS. Igo
Related posts:

Mutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Wilayah, Ketua RW 09 Jelambar Baru Adakan Penyemprotan Dis...

Yayasan Budha Tzu Chi, Bersama Tiga Pilar Jakbar Bagikan Paket Sembako untuk Warga Belum Mendapat B...

Bagaimana Bisa Ya..! Maraknya Bangunan Tanpa IMB Tak Tersentuh ?

Ka Rutan Depok Ditangkap, Ketum GANNAS: Minta Presiden Revisi Aturan ASN Terlibat Narkotika Pecat

Perkembangan Penyelidikan dan Temuan Lapangan Peristiwa Kematian 6 Laskar FPI

Bulan Penuh Berkah, Ketua Umum GPAN Bukber Dan Berbagi Tali Asih dengan Komunitas Mini Indonesia

Polisi Amankan Pelaku Penipuan Bermodus Menempelkan QRIS Aspal

Tindakan Upaya Paksa oleh Tim Penyidik /Termohon Lady Marsella (LM) Mencari Keadilan

Pengamat Hukum dan Kejaksaan Fajar Trio Dorong Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek Ancol...







