RadarBuana.com | Maros — Komunitas Adat Terpencil ( KAT) dari Kemensos yang dialokasikan di dusun Holiang desa Cenrana kecamatan Camba kabupaten Maros, tahun anggaran 2021 hingga saat ini belum rampung dikerja.
Pembangunan rumah warga di Dusun holiang ini mencadi sorotan, pasalnya di duga ada permainan yang dilakukan pihak pemerintah desa dengan pokmas ( kelompok masyarakat sebagai pengelola yang ditunjuk oleh Kemsos.
Program KAT ini , Kemensos menggelontorkan dana milaran rupiah, namun hasil dari program sangat mengecewakan masyarakat, karena pengelolaannya tidak transparan, baik dari pokmas maupun pihak pemerintah desa.
Dari hasil pemantauan radar buana dilokasi kegiatan, terlihat baru ada 30 Yunit rumah yang berdiri, 15 sudah teratapi, selebihnya masih dalam bentuk rangka. Tapi belum ada yang rampung dan siap huni.
Sementara material yang lain masih berserakan di jalan, bahkan sudah ada beberapa yang rusak.
Muh Nur ketua pokmas Dusun Holiang sebagai pelaksana kegiatan ini menjelaskan terkait keterlibatan pekerjaan KAT ini, diantaranya adalah masalah cuaca, karena anggaran turun pada bulan Nopember 2021.
Bertepatan pada saat kegiatan akan dimulai ada kendala pada akses jalan, jembatan menuju lokasi dikerja oleh pihak pupr Maros, selain itu musim hujan sudah mulai, jadi ini salah satunya kendala sehingga pekerjaan ini terlambat.
Praktis baru sekitar satu bulan ini pekerjaan di genjot, melibatkan masyarakat setempat untuk bergotong royong dua kali seminggu mengangkat meterial dari pinggir jalan ke lokasi.
Terkait pengalihan dana ke BUMDES desa Cenrana, Muh Nur mengakui hal itu, menurutnya hal itu dilakukan untuk mengamankan dananya, karena kalau tidak dipindahkan dana tersebut akan kembali ke Kemensos.
“Itu atas kesepakatan antara pendamping dengan pihak bumdes, terkait adanya informasi kalau dana itu di alihkan lagi ke beberapa rekening, saya kurang tau lagi, silakan tanya pak desa, ” ujar Muh.Nur.
Kami kerja saja terus, soal mekanisme pembayaran dan pembelian bahan itu urusannya bumdes dan toko material yang ditunjuk, itupu toko material kami juga tidak tahu.
Kepala Desa Cenrana Andi Syafruddin yang dihubungi secara terpisah mengakui kalau dana dari pokmas, betul di alihkan ke rekening bumdes, dengan alasan daripada dana tersebut kembali ke Kemensos, karena waktunya sudah habis, pada bulan Desember tahun lalu.
“Banyak faktor penyebab terjadinya keterlambatan pekerjaan rumah di holiang itu, selain faktor alam, juga pada saat dikerja beramaan juga jalanan dan jembatan dikerja, sementara dananya juga terlambat turun,” jelas Kades Cenrana.
Beberapa sumber di kecamatan Camba menyoroti kegiatan ini, berharap pihak penegak hukum turun tangan, karena diduga ada mark up anggaran material, dan disinyalir ada kesalaha prosudur pengelolaan anggaran, dan tidak transparan.
Herman.
Related posts:

Usai Pelantikan, DPD dan DPC PSI Bogor Lakukan Aksi Sosial

Bhabinkamtibmas Polsek Seltim Polres Ciko Kawal dan Amankan, Monitoring Vaksinasi

Seorang Warga Desa Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, Dilaporkan Hilang Ditengah Hutan

Aksi Sosial, Bacalon Bupati Maros, Chaidir Syam Turun Tangan Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Kapolri: Momentum HUT RI jadi Upaya Percepat Vaksinasi

Sinergitas Pemda dan Polairud Polda Jabar Terus Terjalin Untuk Pesisir Kota Cirebon

Terkait Penangkapan Kadis Kimrum, Bupati Nina Minta ASN Kerja Dengan Baik Tidak Bersentuhan Dengan ...

Sinkronisasi Program Daerah dengan Pusat, Pemkab Gowa Serahkan Ranperda RPJPD 2025-2045

Antisipasi Banjir, Kapolsek Kedawung dan Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Desa Kalikoa Cek Saluran A...







