Oleh: Fery Setiawan, drg., M.Si
RadarBuana – Tentu istilah sariawan atau yang biasa disebut dengan jampien merupakan hal yang lazim terjadi pada semua orang tanpa terkecuali, sehingga sariawan seringkali dianggap sebagai kondisi yang umum terjadi dan tidak terlalu berbahaya. Walaupun demikian, sariawan dihubungkan dengan rasa perih dan tidak nyaman pada penderitanya terutama ketika terkena makanan yang pedas dan berbumbu tajam. Tetapi yang perlu kita waspadai apakah sariawan tersebut merupakan sariawan biasa atau sariawan lainnya yang mungkin merupakan suatu kanker atau bahkan suatu infeksi yang terjadi pada rongga mulut sehingga munculnya sariawan sebaiknya tidak disepelehkan walaupun kelihatannya ringan.
Terdapat bermacam-macam hal yang dapat menyebabkan munculnya sariawan, seperti: sariawan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan hormonal (biasanya terjadi pada perempuan pada saat haid/menstruasi ataupun saat menopause/mati haid); karena trauma akibat tidak sengaja tergigit ketika berbicara atau makan; karena trauma akibat pemakaian gigi palsu; karena merupakan infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur); karena merupakan suatu keganasan yang dikaitkan dengan kebiasaan merokok-minum minuman keras (miras)-menginang-menyirih; karena defisiensi nutrisi/vitamin; dan karena efek kemoterapi. Umumnya sebelum sariawan tersebut muncul di dalam rongga mulut, terdapat beberapa gejala, yaitu: sensasi seperti rasa terbakar, berwarna kemerahan, dan rasa tidak nyaman (perih) pada daerah sariawan yang akan muncul bahkan dapat disertai dengan perdarahan lokal pada daerah tersebut.
Selanjutnya, mari kita bahas satu per satu jenis sariawan yang telah disebutkan sebelumnya. Yang pertama yaitu sariawan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan hormonal yang biasa terjadi pada perempuan dimana hal tersebut dikaitkan dengan penurunan hormon progresteron. Penurunan hormon progresteron dapat berdampak pada gangguan pematangan pada lapisan epitel di dalam rongga mulut sehingga apabila terdapat trauma yang terjadi pada rongga mulut maka akan cepat berkembang menjadi sariawan dalam beberapa hari. Yang berikutnya yaitu sariawan akibat trauma yang dapat disebabkan tidak sengaja tergigit atau karena pemakaian gigi palsu yang sudah tidak fit. Pada daerah yang tergigit atau gigi palsu yang sudah tidak fit dapat menyebabkan trauma karena menggores area di dalam rongga mulut.
Yang berikutnya karena merupakan infeki mikroorganisme di mana yang paling sering di sini adalah virus (herpes simpleks, herpes zoster, dan infeksi virus lainnya). Yang berikutnya terkait dengan kebiasaan merokok dan minum minuman keras dimana kebiasaan tersebut dapat berpengaruh terhadap lapisan epitel di dalam rongga mulut. Epitel yang terpapar oleh panasnya rokok dan minuman keras mula-mula akan beradaptasi sebagai akibat panas yang diterima, tetapi jika terus menerus terpapar maka adaptasi yang terus menerus akan memicu timbulnya kanker akibat perubahan-perubahan genetik dan mutasi yang terjadi di dalamnya.
Selanjutnya sariawan yang disebabkan oleh kekurangan atau defisiensi nutrisi tertentu yang dapat dikaitkan dengan keadaan malnutrisi akibat pilih-pilih makanan. Yang terakhir, adalah sariawan yang disebabkan sebagai efek kemoterapi. Kemoterapi merupakan suatu agen yang digunakan untuk membunuh sel kanker.
Namun, yang perlu diketahui adalah penggunaan kemoterapi bak pedang bermata dua, karena di samping sisi positif yang didapatkan maka terdapat sisi negatif yaitu obat atau agen kemoterapi juga merusak kelenjar liur/ludah. Rusaknya kelenjar liur/ludah dihubungkan dengan berkurangnya jumlah liur/ludah yang diproduksi dimana fungsi dari air liur/ludah sebagai pelumas sehingga tidak terjadi gesekan. Jika air liur/ludah tidak ada maka lapisan epitel di dalam rongga mulut akan dengan mudah bergesekan satu dengan yang lainnya sehingga mengakibatkan mudahnya sariawan yang timbul.
Lantas bagaimana cara membedakan dari tipe-tipe sariawan yang telah disebutkan sebelumnya? Umumnya sariawan yang terjadi akibat trauma (tergigit dan pemakaian gigi palsu yang tidak fit), keseimbangan hormonal, dan merokok tidak disertai dengan gejala-gejala awal seperti: demam, kelemahan tubuh, dan rasa tidak enak pada seluruh tubuh. Gejala-gejala tersebut justru muncul pada sariawan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur). Kemudian untuk jenis sariawan hasil keganasan yang disebabkan oleh merokok dan minum minuman keras dapat dilihat dari sariawan yang tidak sembuh-sembuh.
Secara normal, apabila itu suatu sariawan maka akan sembuh dalam waktu sekitar 10-14 hari (namun bisa berbeda-beda tergantung dari masing-masing individu), sehingga sariawan sering disebut sebagai self-limiting disease. Apabila di dalam periode waktu sembuh tersebut sariawan tidak kunjung sembuh, maka sebagai tindakan preventif adalah memeriksakan sariawan tersebut ke dokter gigi atau ke dokter onkologi terdekat. Untuk sariawan akibat obat-obatan kemoterapi secara jelas dapat dibedakan dengan cara sariawn akan muncul beberapa hari atau bulan setelah mengkonsumsi obat-obatan kemoterapi.
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, penyebab munculnya sariawan di rongga mulut sangat beragam, mulai dari sariawan yang ringan hingga berat, seperti kanker mulut. Maka dari itu, apabila memiliki keluhan sariawan yang muncul terus-menerus dan tidak kunjung sembuh, segera berkonsultasi dan mengunjungi dokter gigi terdekat sehingga apabila hal tersebut merupakan suatu keganasan dapat segera dideteksi sedini mungkin dan mendapatkan terapi secepat mungkin.
Penulis:*Dosen Departemen Odontologi Forensik, Institute Ilmu Kesehatan (IIK), Bhakti Wiyata, Kediri, Jawa Timur, 64114
Related posts:

Penyelaman pada Penyelam dengan Gangguan Jantung: Tinjauan Komprehensif

Membangun Kembali Semangat Belajar: Sinergi Lintas Sektor Gelar Trauma Healing Komprehensif di SMAN...

Dive Planning

KAI Daop 3 Cirebon Hadirkan Rail Clinic di Arjawinangun: Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Pendi...

Kapolres Maros Perintahkan Seluruh Jajaran Polsek Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan Cegah Vir...

PANCASILA: STEMPEL ATAU MANIFESTASI ?

Tips dan Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Monkeypox dalam Pandangan Spesialis Kedokteran Kelautan

Ditbinmas Polda Metro Adakan Tes Swab Gratis untuk Warga Pademangan yang Kembali Mudik







