Kulonprogo, RadarBuana.com – Dalam arahan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, bahwa dalam penanganan Covid-19 perlu memberikan edukasi pada masyarakat langsung tentang penerapan protokol kesehatan. Yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
Akan tetapi bagi Fajar Gegana, selalu Ketua Gugus Tugas covid-19 Kolon Progo, melakukan hal berbeda ditengah pandemi Covid 19, yang seharusnya dilakukan.
Pasalnya Gugus Tugas covid-19 Kolon Progo hanya menebar spanduk di sepanjang jalan raya Kulon Progo. tapi tak memberikam edukasi maupun contoh penerapan Protokol Kesehatan. Artinya nol besar.
Bahkan buktinya untuk diri sendiri, sebagai Ketua Gugus Covid mengabaikan Protokol Kesehatan Covid 19. Padahal himbauan pemerintah siapapun tanpa kecuali, harus mengenakan masker. Tapi
justru Foto Ketua Gugus Tugas covid 19 memamerkan kacamata hitamnya, tanpa
mengenakan masker.
Melihat dari apa yang dilakukan sebagai Ketua Gugus Tugas, Fajar terlihat tak paham apalagi mengerti akan tugasnya. Bahkan dari penilaian masyaralat terkesan tak mau menerima, alias ngeyel jika menerima masukan dari mitra maupun rekan sejawatnya.
Warga Kulon Progo yang melihat upaya orang nomor dua di Kulon Progo yang suka menebar spanduk pun bergumam. “Sebagai ketua gugus tugas seharusnya memberi contoh baik itu dalam perilaku maupun himbauan. Yen ndelok fotone
neng spanduk, kuwi adol rupo (kalau lihat foto di spanduk itu mau jual
tampang,” sebut Budi, warga Jogja.
Ironis sekali, di lapangan anggota TNI-Polri tak henti-henti memberikan
pemahaman pentingnya protokol kesehatan pada masyarakat luas. Tapi
justru bertolak belakang dengan apa yamg diperbuat ketua Gugus Tugas covid-19. Dirinya memamerkan wajah tanpa masker, mengenakan kacamata hitam, yang dipampang di spanduk sepanjang jalan.
Kini jadi pertanyaan warga Kulon Progo pada umumnya, apakah wakil bupati itu
punya maksud lain. Apakah ini yang dinamakan kampanye terselubung
memanfaatkan covid.
“Ini pemborosan anggaran, sebaiknya digunakan yang lebih bermanfaat,” kata warga lain.
Menurutnya tak elok seorang pejabat daerah tak memberikan contoh yang baik.
Apakah karena ketidak tahuannya manangani masalah pandemi corona.
Kulon Progo dianggap berhasil menangani penularan covid. Memamg hal itu terbukti, daerah selatan Jogja itu tak pernah mencuat korban virus yang
mematikan tersebut. Ig
Related posts:

Tinjau Medan, Kapolri Minta Warga Medan yang Terpapar Covid-19 Dirawat di Isoter

Lantunan Yasin dan Tahlil Bergema di Lapas Kediri

Wakil Ketua DPRD Maros Pantau Desa Tenrigangkae, Pasca 1 Warganya Dinyatakan Positif Covid -19

Ada Apa Polda Jatim "Dikepung" Prajurit TNI AL dari berbagai Kesatuan di Jatim pada 1 Juli 2022

Innalilahii Wainnailaihi Roji’un, Kades Bojongsari, Pangandaran Meninggal Dunia

Tim BPBD Kabupaten Maros Lakukan Penyemprotan Massal Disinfektan di Desa Minasa Baji

Bupati Adnan Apresiasi Peran Wahdah Islamiyah Dalam Pembangunan di Kabupaten Gowa

Suasana Buka Rakenis dengan Pakaian Reog Ponorogo, Slog Polri Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasi...

Amir Kadir: Dugaan Penyalugunaan Dana Desa Tupabbiring, Kejaksaan Harus Tegas







