BaliDaerah

Selain Anggota Polisi Polres Buleleng, Aipda Budiada Kerja Sampingan Pande Besi Lestarikan Budaya

×

Selain Anggota Polisi Polres Buleleng, Aipda Budiada Kerja Sampingan Pande Besi Lestarikan Budaya

Share this article

RadarBuana.com | Singaraja – Komang Budiada warga Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak yang lahir 4 Agustus 1982 saat ini berdinas di Polres Buleleng sebagai Polisi yang berikan tugas mengawasi perairan Buleleng Barat.

Masuk anggota Polri pada tahun 2003 saat ini berpangkat Aipda, tugas mulia yang diberikan negara selalu diembanya tanpa mencederai Institusi.

Selain menjadi Polri, pria dua anak 1 istri setelah lulus dan sah menjadi anggota Polri di 10 tahun kebelakang mengambil pekerjaan tambahan yang diwarisi orang tuanya yaitu Pande (pekerja pembuat olahan besi bekas)

Pekerjaan hampir 10 tahun ini, tidak menghabat tugasnya menjaga perairan Buleleng yang kini diberikan pos jaga di Pos pol Air yang berlokasi di Sumberklampok. Ilmu yang didapatkan dari belajar secara otodidak, memperbanyak praktek juga warisan orang tua sebagai Pande Besi

Ditemui awak media Rabu (1 Juni 2023) sembari membakar dan memukul-mukul besi bekas pesanan dari pelanggang untuk dijadikan sebilah badik, golok dan blakas/parang, Komang Budiada mengungkapkan, “Memang warih /waris pande, tapi baru saya yang mengawali mande di keluarga,’kata Komang Budiada

Apakah pekerjaan sebagai anggota Polri terganggu atau ditinggalkan…?, menurutnya lebih mengedepankan tugas negara hanya saja bila ada pesanan untuk menyulap limbah besi menjadi sebilah perabotan harus mengambil waktu saat lepas dinas, “Tugas Polri dulu saya utamakan, setelah tugas itu klar dan lepas piket pekerjaan rumah menjadi tukang pande baru ambil , ”ujar Budiasa

Hasil karya yang dibuat tidaklah mudah unruk mengolah limbah menjadi produk berguna dimasyarakat, Budiada sangat piawai memande dengan tubuhnya kekar bahkan hasil karya itu menjajah luar Bali,”Lumayan kalau ada pesanan membuat perabotan itu perlu pemikiran yang matang sehingga ditemukan hasil yang baik dan ketajaman sebilah perabot. Bahan yang kami gunakan dari Limbah per, klaher dan lainnya. Per bilah siap paket/Set kami beri harga 1jt 500 dan jual seputaran Bali dan luar pulau ,”terangnya

Lanjut Aipda Komang Budiada, hikmah yang didapat lebih kepada rasa kebanggaan karena bisa melestarikan budaya leluhur selain itu juga hasil lumayan menjajikan.

(ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *