Jabodetabek

Abaikan Tren Kesejahteraan Hewan, Millennium Hotel Melewati Tenggat Waktu Komitmen Bebas Sangkar

×

Abaikan Tren Kesejahteraan Hewan, Millennium Hotel Melewati Tenggat Waktu Komitmen Bebas Sangkar

Share this article

Radarbuana | Jakarta – Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap etika pangan, Hotel Millennium Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kini menjadi sorotan tajam. Sebanyak 15 aktivis yang tergabung dalam koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi damai di depan gedung hotel tersebut untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pengabaian komitmen kesejahteraan hewan yang seharusnya sudah dituntaskan oleh pihak manajemen hotel.

​Aksi ini dipicu oleh kegagalan Millennium Hotel dalam memenuhi janji penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) yang telah dicanangkan sejak delapan tahun lalu. Meskipun komitmen tersebut diumumkan pada 2018 dengan target penyelesaian akhir tahun 2025, hingga saat ini tidak ditemukan laporan publik maupun transparansi mengenai realisasi kebijakan tersebut di lapangan.

​Dalam aksi yang menarik perhatian publik tersebut, para aktivis menghadirkan teatrikal simbolik berupa instalasi jam raksasa. Visual ini merupakan pengingat keras bahwa waktu bagi Millennium Hotel telah habis. Selain itu, mereka menampilkan visualisasi kondisi ayam yang hidup dalam kandang baterai—sebuah praktik yang dinilai kejam karena membatasi gerak alami hewan dan menyebabkan penderitaan fisik jangka panjang.

​Praktik kandang baterai dianggap ketinggalan zaman oleh banyak pakar kesejahteraan hewan. Penggunaan telur bebas sangkar kini bukan lagi sekadar tren, melainkan standar industri global yang menuntut tanggung jawab moral dari pelaku bisnis perhotelan dan kuliner.

​Kritik terhadap Millennium Hotel tidak hanya datang dari orasi di jalanan, tetapi juga diperkuat oleh data ilmiah. Berdasarkan laporan Cage-Free Tracker Asia 2025 yang dirilis oleh Sinergia Animal, posisi Millennium Hotel berada pada Tier E. Ini merupakan peringkat terburuk dalam klasifikasi tersebut, yang menandakan bahwa perusahaan sama sekali tidak memberikan laporan atau transparansi terkait implementasi komitmen mereka kepada publik.

​Laporan tahunan ini mengevaluasi 95 perusahaan pangan di lima negara kunci Asia, yakni Indonesia, India, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Kelima negara ini memegang peran vital dalam menentukan arah ekonomi telur di Asia. Sangat disayangkan bahwa di saat 70,5% perusahaan global lainnya telah melaporkan kemajuan mereka, Millennium justru tampak tertinggal jauh di belakang.

​Kritik Tajam atas Kurangnya Transparansi

​Elfha Shavira, Pemimpin Kampanye Act for Farmed Animals, memberikan pernyataan tegas mengenai stagnasi ini. Menurutnya, transisi yang memakan waktu hampir sewindu seharusnya sudah membuahkan hasil yang nyata jika manajemen memiliki niat yang serius.

​”Sebuah komitmen adalah janji yang harus terpenuhi. Transisi ini sudah cukup lama, memasuki tahun kedelapan sejak Millennium merilis komitmen bebas sangkarnya, hingga detik ini belum ada laporan terkait sudah sampai mana kemajuan janji tersebut. Tanpa adanya transparansi, kami menilai Hotel Millennium mengabaikan kesejahteraan hewan secara sengaja,” ungkap Elfha.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Hotel Millennium belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi protes maupun status terbaru dari komitmen cage-free mereka. Keheningan ini semakin memperkuat kekhawatiran koalisi AFFA bahwa komitmen tahun 2018 tersebut hanyalah sekadar strategi pemasaran tanpa eksekusi nyata.

​Act for Farmed Animals,

Perlu diketahui ​Act for Farmed Animals, yang merupakan kolaborasi antara Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, menyatakan akan terus memantau perkembangan ini. Mereka menekankan bahwa koalisi selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan bisnis multinasional guna memastikan standar pangan yang transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan dapat terwujud di Indonesia.

​Bagi masyarakat yang ingin meninjau sejauh mana perusahaan pangan favorit mereka menjalankan komitmen etisnya, laporan lengkap dapat diakses melalui situs resmi Cage-Free Tracker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *