NasionalPolitik

Capres No. 2 Prabowo Subianto Silaturahmi dan Makan Malam Bersama 600 Pendeta dari PGPI) di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang

×

Capres No. 2 Prabowo Subianto Silaturahmi dan Makan Malam Bersama 600 Pendeta dari PGPI) di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang

Share this article

RadarBuana | Jakarta –Prabowo Subianto, Capres nomor urut 2 menggelar silaturahmi dan makan malam bersama 600 pendeta dari Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Selasa (30 Januari 2024).

Prabowo yang tiba di padepokan  langsung menemui para pendeta dan menyalaminya satu persatu. Acara dilanjutkan dengan makan bersama diiringi lagu-lagu. Suasana penuh lekeluargaan tampak bahagia penuh kebersamaan.

Ketua Umum PGPI, Pendeta Jason mewakili semua yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo karena diundang ke padepokan ini.

“Bersyukur kami berada di tempat ini. Kami yang hadir di sini pak, dari pelosok negeri sebanyak 31 provinsi, sampai terakhir paling jauh dari Papua Selatan,” kata Pendeta Jason

 

 

 

 

“Bersyukur kami berada di tempat ini. Kami yang hadir di sini pak, dari pelosok negeri sebanyak 31 provinsi, sampai terakhir paling jauh dari Papua Selatan. Hal ini membuktikan semua anggota PGPI mengasihi Prabowo. Mereka rela naik pesawat, naik kapal. Total ada 96 Sinode dengan jumlah gereja 53 ribuan Pak. Kami ini selalu mengutamakan Tuhan, sesudah itu urusan dunia nomor 2, termasuk pemilihan presiden. Kehadiran semua Sinode, pengurus Sinode seluruh Indonesia, menandakan walaupun Tuhan nomor satu Pilpres Nomor 2,” ungkap Pendeta Jason.

Untuk itu, Ia pun mengajak semua Pendeta PGPI agar mendoakan Prabowo supaya diberikan kekuatan dan kesehatan untuk terus memimpin dan membenahi bangsa ini.

“Kami berdoa, dengan program-program bapak begitu dahsyat seperti makan gratis, kesehatan dan kekuatan kepada prabowo dan biarkan kehendak Tuhan jadi untuk Bapak, kami andalkan Tuhan. Sekali lagi terima kasih bapak, kami merasa terhormat diundang ke tempat ini,” kata Pendeta Jason.

Menjawab ini Prabowo pun berterima kasih atas kunjungan ini. Menurutnya dari dulu Gereja Pentakosta memang selalu mendukung dirinya.

“Terima kasih atas kehormatan kalian sudah datang ke sini (PGPI). Saya merasa kalian selalu mendukung saya belasan tahun, saya tidak tahu harus membalas bagaimana, tapi saudara pasti sudah melihat sepak terjang saya, bagaimana program saya, bagaimana saya berjuang demi bangsa ini,” kata Prabowo.

NEWS LIFESTYLE OTOMOTIF VIRAL EKONOMI PILPRES 2024 MEGAPOLITAN SPORT KESEHATAN TEKNOLOGI ENTERTAINMENT INDEKS

Home Pilpres 2024
Prabowo Makan Malam Bersama 600 Pendeta, Dinobatkan Keluarga Besar PGPI
ADVERTISEMENT

Reporter: AdminFIN | Editor: Afdal Namakule | Rabu 31-01-2024,07:59 WIB
Prabowo Makan Malam Bersama 600 Pendeta, Dinobatkan Keluarga Besar PGPI
X

Prabowo Makan Malam Bersama 600 Pendeta, Dinobatkan Keluarga Besar PGPI–

FIN.CO.ID- Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dan makan malam bersama 600 pendeta dari Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa, 30 Januari 2024

Prabowo yang tiba di padepokan sekitar pukul 20.00 WIB langsung menemui para pendeta dan menyalaminya satu persatu.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan bersama diiringi lagu-lagu. Suasana tampak bahagia penuh kebersamaan.

Ketua Umum PGPI, Pendeta Jason mewakili semua yang hadir mengatakan ucapan terima kasih kepada Prabowo karena diundang ke padepokan ini.

“Bersyukur kami berada di tempat ini. Kami yang hadir di sini pak, dari pelosok negeri sebanyak 31 provinsi, sampai terakhir paling jauh dari Papua Selatan. Ini membuktikan semua anggota PGPI mengasihi Prabowo. Mereka rela naik pesawat, naik kapal. Total ada 96 Sinode dengan jumlah gereja 53 ribuan Pak. Kami ini selalu mengutamakan Tuhan, sesudah itu urusan dunia nomor 2, termasuk pemilihan presiden. Kehadiran semua Sinode, pengurus Sinode seluruh Indonesia, menandakan walaupun Tuhan nomor satu Pilpres Nomor 2,” ungkap Pendeta Jason.

Untuk itu, Ia pun mengajak semua Pendeta PGPI agar mendoakan Prabowo agar diberikan kekuatan dan kesehatan untuk terus membantu bangsa ini.

“Kami berdoa, dengan program-program bapak begitu dahsyat seperti makan gratis, kesehatan dan kekuatan kepada prabowo dan biarkan kehendak Tuhan jadi untuk Bapak, kami andalkan Tuhan. Sekali lagi terima kasih bapak, kami merasa terhormat diundang ke tempat ini,” kata Pendeta Jason.

Mendapat doa dan dukungan dari Pendeta PGPI,  Prabowo mngucaokan berterima kasih atas kunjungan ini. Menurutnya dari dulu Gereja Pentakosta memang selalu mendukung dirinya.

“Terima kasih atas kehormatan kalian sudah datang ke sini (PGPI). Saya merasa kalian selalu mendukung saya belasan tahun, saya tidak tahu harus membalas bagaimana, tapi saudara pasti sudah melihat sepak terjang saya, bagaimana program saya, bagaimana saya berjuang demi bangsa ini,” ujar Prabowo

Pada momen ini, mewakili keluarga PGPI, Pendeta Jason menyematkan pin kepada Prabowo. Pin ini sebagai tanda bahwa Prabowo sudah menjadi keluarga besar PGPI.

Silaturahmi dengan PGPI di Hambalang,

Prabowo pada kesempatan itu tak lupa menceritakan asal usul nama Padepokan Garuda Yaksa
Bogor miliknya.

” Tempat ini saya beri nama Padepokan (Garuda Yaksa) karena berdasarkan tradisi dari Jawa, bahwa seorang pendekar kalau sudah berhenti akan naik gunung dan menetap di situ. Kemudian pendekar tersebut akan memberikan pelajaran-pelajaran dan petuah dan pelajaran berdasarkan pengalamannya.

“Jadi ini angan-angan saya ketika selesai pensiun dari militer, berhenti dari kekuasaan dan naik ke gunung menjadi guru. Kebetulan saya sudah menetap di Padepokan ini (berada di Hambalang Bogor) kurang lebih 16 tahun atau sekitar 20 tahun setelah pensiun,” ungkap Prabowo.

Tapi seorang pendekar, sambung Prabowo, juga akan turun gunung jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Capres No.2 ini menegas dirinya ingin menjadi pemimpin yang berlandaskan Pancasila dan bhinneka tunggal ika.

“Indonesia adalah bangsa terdiri dari banyak suku, agama, adat-istiadat, bahasa berbeda-beda tapi kita punya takdir bersama, berbeda dalam banyak hal tapi bersama juga dalam banyak hal,” terang Prabowo.

*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *