Lambar, RadarBuana.com-Masih Terkait anggaran covid-19 Kabupaten Lampung Barat, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Purwasuka Kabupaten Lambar (Forkowap Lambar) Bung Iwan lebih jelas mengungkapkan kepada media ini, Jum’at (03/07/20) di kantor Sekretariat Kelurahan Way.
“Saya selaku sosial control menduga adanya dugaan mark up anggaran terkait dana covid 19 sebesar Rp.15 milyar lebih,” tegas Bung Iwan.
Ia menjabarkan rinciannya, yaitu sebagai berikut: (1) diantaranya bantuan sembako melalui Dinas Sosial Kabupaten Lampung Barat ( 8,milyar lebih) lebih, Bantuan Pangan Untuk Lansia Miskin (2 milyar lebih), Buffer Stock bencana (204,juta lebih).
Kemudian (2) diantaranya Peralatan Video Confrence Komimpo (40 juta lebih); (3) Dana Posko pengamanan dishub (71 juta lebih); (4) Pembuatan Sanitasi Tempat cuci tangan TKN (90 juta lebih) Pembuatan Tempat Cuci tangan, SD/MI dan SMP/MTs (769 juta lebih); (5) Biaya Tim Pencegahan & Penanggulan Covid 19 Dinkes Lambar (1milyar lebih) Nutrisi ibu hamil dan Balita (1 milyar lebih) Pemusalaran Jenazah (100 juta lebih) Insentip pemagangan Covid 19 (200 juta lebih) Belanja perlengkapan lain (80 juta lebih); (6) Pengadaan beras cadangan pangan antisipasi dampak Covid 19 Ketahanan pangan (500 juta lebih); (7) Peningkatan kesiapan Siagaan penangan Covid 19 RSU AU (1Milyar Lebih); (8) Pelaksanaan pengamanan kegiatan penanganan Covid 19 Sat Pol-PP (66 juta lebih); (9) Pengadaan pakaian kegiatan penanganan Covid 19 BPBD (40 juta lebih); (10) Peningkatan edukasi komunikasi masyarakat di bidang lingkungan Hidup DLH (1 milyar lebih); (11) Stabilitas harga kebutuhan bahan pokok serta pengamanan daya beli masyarakat & Perekonomian nasional diskoprindagsar ( 2milyar lebih).
“Disinilah saya selaku Ketua Forkowap kabupaten Lambar yang notabene selaku sosial kontrol akan terus mengawal dan mengawasi aliran dana Covid 19 Kabupaten Lampung Barat yang bersumber dari APBD,” tandasnya.
Dugaan saya dana begitu besar sudah kecil kemungkinan adanya KKN di dalamnya,” imbuh Bung Iwan.
“Dan untuk lebih rinci lagi akan kita perjelas berita selanjutnya. Untuk sementara ini kita akan terus mengumpulkan data-data dari lapangan,” pungkas bung Iwan.Tim






