NasionalPolitik

DPP GAN Nilai Langkah Sufmi Dasco Ahmad Sebagai Komitmen Nyata Negara Melindungi Martabat Guru Indonesia

×

DPP GAN Nilai Langkah Sufmi Dasco Ahmad Sebagai Komitmen Nyata Negara Melindungi Martabat Guru Indonesia

Share this article
(Ki-ka): Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H -  Ketua DPP GAN, Muhammad Burhanuddin. ft:ist

Radarbuana | Jakarta  – Upaya penyelesaian kasus dua guru asal Luwu Utara yang sempat terjerat persoalan hukum dan sosial mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Pusat Garuda AstaCita Nusantara (DPP GAN), yang menilai langkah Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap martabat dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Kisah dua guru tersebut sebelumnya sempat menyita perhatian publik setelah menghadapi tekanan psikologis dan ketidakpastian hukum. Situasi meruncing itu perlahan mereda ketika Sufmi Dasco Ahmad turun langsung memediasi persoalan, membuka ruang dialog, serta membantu menata kembali komunikasi antar-pihak yang terlibat.

Di tengah dinamika politik yang sering membuat pejabat publik berjarak dengan persoalan akar rumput, kehadiran Dasco justru menampilkan wajah kepemimpinan yang empatik dan responsif.

Pemimpin yang Hadir Saat Dibutuhkan

Langkah cepat Dasco yang juga tokoh nasional Partai Gerindra dinilai menjadi kunci tercapainya penyelesaian yang lebih manusiawi bagi kedua tenaga pendidik tersebut. Foto Dasco yang memperlihatkan surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo pekan lalu menegaskan bahwa persoalan ini ditangani secara serius dan terstruktur oleh negara.

Ketua DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, menyebut tindakan Dasco sebagai contoh bahwa kekuasaan dapat dijalankan dengan hati nurani.

“Apa yang dilakukan Wakil Ketua DPR RI Bapak Sufmi Dasco Ahmad adalah bentuk kepemimpinan moral. Beliau hadir memastikan dua guru dari Luwu Utara memperoleh keadilan dan penyelesaian yang bermartabat. Ini bukan hanya tindakan politik, tapi tindakan kemanusiaan,” tegas Burhanuddin.

Menurutnya, keberpihakan pada guru bukan sekadar bentuk dukungan profesional, melainkan bentuk pengakuan bahwa pendidik adalah pondasi peradaban bangsa.

Mediasi Sebagai Jalan Damai

Burhanuddin menjelaskan, peran Dasco dalam kasus ini tidak sebatas memediasi konflik, tetapi juga meredam potensi kriminalisasi yang kerap menghantui profesi guru. Ia menilai pendekatan dialog yang dilakukan Dasco menjadi model penyelesaian konflik yang efektif serta jauh dari tindakan represif.

“Beliau tidak hadir untuk mencari pujian, tetapi untuk mengembalikan rasa aman yang hilang. Langkah seperti ini menghidupkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara,” tambahnya.

Menurut Ketua  DPP GAN, penyelesaian damai tersebut memberikan contoh bahwa konflik sosial tidak harus bermuara pada meja pengadilan. Ketika pejabat negara mengambil peran sebagai penengah, potensi eskalasi bisa ditekan dan solusi dapat ditempuh dengan lebih adil.

Guru, Profesi yang Kerap Rentan Tekanan Publik

Kasus guru Luwu Utara menjadi refleksi bahwa profesi pendidik sering berada dalam tekanan sosial dan birokrasi yang berat. DPP GAN menyebut perlindungan terhadap guru harus diperkuat, mengingat mereka berhadapan langsung dengan tuntutan masyarakat yang terus meningkat.

Burhanuddin menyampaikan bahwa DPP GAN siap menjadikan pendekatan seperti yang dilakukan Dasco sebagai acuan dalam kerja-kerja advokasi mereka.

“Tindakan Pak Dasco menunjukkan perhatian negara terhadap guru bukan hanya wacana. Ini langkah nyata yang memberi dukungan moral bagi para pendidik, di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Penyelesaian Konflik Sosial

Bagi publik, keberhasilan penyelesaian kasus ini menghadirkan optimisme baru bahwa konflik dapat diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa harus menjadi polemik berkepanjangan atau memicu sensasi di ruang publik.

Apresiasi dari DPP GAN disebut bukan hanya penghormatan kepada Sufmi Dasco Ahmad, tetapi juga pengingat bahwa pejabat negara tetap memiliki ruang besar untuk menegakkan nilai kemanusiaan dalam setiap keputusan.

“Pemimpin sejati adalah mereka yang hadir ketika masyarakat terluka dan membutuhkan bantuan,” tutup Burhanuddin.

Langkah Dasco dalam kasus ini tidak hanya menyelesaikan masalah dua guru, tetapi sekaligus menjadi teladan bagaimana kekuasaan dapat digunakan secara bermartabat dan penuh empati—suatu keteladanan yang patut dirawat dan diteruskan.

(red)

—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *