Maros, RadarBuana.com – Bakal Calon Wakil Bupati Maros, Hj. Suhartina Bohari memenuhi undangan warga Dusun Bonto-Bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, senin (20/07/2020).
“Saya pribadi dan tim merasa bersyukur bisa bersilaturrahim dengan memenuhi undangan warga disini, yang tidak lain adalah bagian dari keluarga besar saya,” ujar mantan Anggota DPRD Maros dua periode tersebut.

Suhartina mengungkapkan potensi alam Desa Bonto Somba ini luar biasa indahnya, dan keramahan masyarakatnya. Karena itu kedepan harus bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru layaknya Malino di Kabupaten Gowa. Karena itu infrastruktur jalan disini harus kita upayakan dibangun, sebagai akses jalan yang memadai.
Menurutnya, panorama alam yang sangat indah di wilayah ini antara lain, dengan adanya hamparan hutan pinus yang rimbun dan pemandangan pegunungan yang asri dan hawanya yang sejuk. “Menjadi daya tarik tersendiri,” sebut Bakal Calon Wakil Bupati Maros yang telah resmi berpasangan dengan H. AS. Chaidir Syam sebagai Bakal Calon Bupati Maros.
Suhartina menyebutkan warga Dusun Bonto-Bonto juga memiliki tradisi kearifan lokal yang menarik. Yaitu Appadendang dan Allanja sebagai sebuah pesta rakyat yang digelar pasca panen oleh masyarakat disini.
Hal tersebut menurutnya sejatinya adalah kekayaan budaya atau kearifan lokal yang harus tetap dijaga agar lestari di daerah ini.
Appadendang dilakukan dengan menggunakan lesung sebagai tempat menumbuk padi dilengkapi penumbuk padi, yang terbuat dari kayu atau bambu. Dikerjakan secara bersama-sama oleh Ibu-ibu, hingga menghasilkan suara atau irama yang indah layaknya musik diiringi lagu. Sementara A’lanja atau adu betis juga menjadi pertunjukan yang tidak kalah menariknya.
“Tradisi Appadendang dan A’lanja adalah ajang silaturrahim antar warga sebagai perekat sosial kekerabatan antar warga, dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki berupa hasil pertanian yang berhasil dengan baik,” terang Suhartina.
Dikatakannya juga, Tradisi masyarakat tersebut dipadukan dengan alam yang indah adalah potensi wisata yang menjanjikan kedepan. Jika dikembangkan maka kesejahtetaan masyarakat akan meningkat.
“Mata pencarian utama warga adalah bertani dan berkebun, serta aktivitas usaha ekonomi seperti pembuatan gula aren. Adalah potensi ekonomi yang harus dikuatkan kedepan dalam bentuk pemberian modal usaha dan bantuan pemasaran produk,” harap Suhartina Herman.
Related posts:

Dituding Menahan Puluhan Ijazah, Pihak SMK PUI Majalengka Berdalih

Pasemetonan Anglurah Panji Sakti Komentari Dugaan Nama Rumah Sama Dengan Puri Buleleng

Kabid Humas Polda Sulsel Bagikan 1.000 Kg Beras Kepada Wartawan

Ops Yustisi di Maphar Tamansari Petugas Jaring 6 Pelanggar Prokes

Polsek Tompo Bulu Bersama Urkes Polres Maros dan Puskesmas, Buka Gerai Vaksin Di SMPN 21 Tompobulu

SMAN 7 Kota Cirebon Gelar Festival Gebyar Mustika Rasa, Sajian Kuliner Nusantara Gagasan Sang Prokl...

Terlilit Hutang, Seorang Pemuda Nekat Rampok Minimarket dan Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres C...

Pemkot Melalui DPUTR Perkenalkan Aplikasi Permata, Permudah Layanan dan Target PAD

Forkopimda Jatim Sambut Hangat Silaturahmi Ketum PBNU dan PWNU Se-Indonesia di Grahadi







