Jakarta, RadarBuana.com – Forum Mubaligh Nusantara bersama tokoh masyarakat dan seniman jalanan Ibukota, menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Kehadiran mereka untuk memberikan dukungan penuh terhadap Kapolda dalam penegakkan hukum di DKI Jakarta.
Dalam kesempatan itu, mereka menyinggung revolusi akhlak oleh sejumlah pihak dan juga penegakkan disiplin protokol kesehatan.
Juru bicara Forum Mubaligh Nusantara, Muhammad Rofi’i Mukhlis mengklaim dalam pertemuan itu pihaknya memberikan resep kepada Kapolda dalam menjawab persoalan.
Menurutnya, cukup dijawabnya dengan akhlak, jadi jika ingin revolusi akhlak maka akhlaknya dulu harus diubah lebih baik. “Jadi bukan revolusi akhlak, yaitu menyempurnakan akhlak,” ujar Rofi’i Mukhlis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/11).
Oleh karena itu, kata Rofi’i Mukhlis, Kapolda Metro Jaya tidak bisa berjuang sendirian dalam menjawab permasalahan yang terjadi di wilayah hukumnya. Semua komponen masyarakat harus dilibatkan dan bersatu untuk menjaga Jakarta. Karena kalau Jakartanya baik, maka Indonesia akan kuat dan jaya. Maka pihaknya mendorong kepada Kapolda jangan sungkan-sungkan dalam rangka penegakan hukum.
“Kedatangan kami ke sini untuk memberikan support karena Jakarta itu panglima hukumnya bapak Kapolda,agar semua tertib mau kiyai, alim ulama, mau habaib, mau artis, mau Nikita misalnya itu tidak boleh pandang bulu,” tegas Rofi’i Mukhlis.
Forum Mubaligh Nusantara juga berharap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan kepada insan media untuk dapat menyebarkan kebaikan. Serta menyampaikan bahwa Indonesia bukan milik seseorang, bukan milik satu kelompok saja.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Fadil Imran menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungannya dalam melaksanakan penegakkan hukum di Ibukota. Kapolda mengamini Jakarta memang tidak bisa dilakukan sendiri hanya oleh seorang Kapolda.
“Saya berterima kasih atas dukungan para ulama para kyai, habaib, relawan dan tokoh masyarakat dari manapun asalnya, untuk bersama-sama masyarakat menghadapi dinamika kehidupan yang penuh dengan gelombang,” ujarnya.
Kata Kapolda, Jakarta adalah milik semua. “Kalau kata orang Betawi, kalau bukan kita yang urus siapa lagi?” tambah Fadil.
Pria lulusan Akpol 91 yang dinilai berhasil memimpin Kamtibmas di Jawa Timur, ini menyebut dukungan yang diberikan kepadanya sebagai energi didalam menjalankan tugas. “Dukungan ini menjadi energi dan tidak akan membuat saya menjadi lelah karena doa dari semuanya adalah baterai buat saya,” ujarnya.
Kapolda berharap semua pihak berkontribusi dalam menciptakan iklim yang kondusif selama Covid-19 di Ibukota. “Kita semua harus memberikan kontribusi dalam suasana apapun di masa Covid-19 ini,” ajaknya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menitip pesan bahwa untuk memulai sebuah perubahan yang lebih baik harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan dan yang lebih luas terhadap negara.
“Untuk itu kita harus patuh terhadap protokol kesehatan. Kita hidup di Jakarta, kita hidup di Indonesia yang punya aturan, jadi tinggal diikuti saja dan jangan bikin aturan sendiri,” tandasnya.
Kapolda berjanji akan menegakkan aturan selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
“Saya akan menegakkan aturan itu. Kalau Jakarta sehat, Indonesia kuat, Jakarta kuat, Indonesia pasti maju. Kita harus jaga Jakarta dan Indonesia ini bersama,” tandasnya. Tom
Related posts:

FWJ Rapim Wilayah Agendakan Proker dan Deklarasi

Polsek Mampang Ungkap Kasus Pencurian Mobil Mercedes-Benz, Kembalikan Kendaraan Ke Pemiliknya

Pencatatan Nikah di KUA Masa Pandemi Covid 19 Tetap Berjalan

Inilah Sosok Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Termuda Saat Ini

PWI Koordinatoriat Jakbar Gelar Syukuran di HPN Potong Tumpeng

Diduga "Jiji", Ruangan Balai Wartawan Dikunci serta Dikuasai Oknum Staf Kominfotik Jakbar dan Oknum...

Bing Slamet Bersama Masyarkat Ronda Kampung di jalan Lada Dalam Pinangsia,Tamansari Jakarta Barat

Aksi Pedagang Kali Deres Menolak Pembangunan Pasar 2 Lantai di Kantor Pasar Jaya

Simling dan Gerai Satpas SIM Polda Metro Jaya Hari Ini






